Detail Berita
Dari Jepang ke Jember, Kaori Omura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Pewarta : Andre
16 Oktober 2026
16:11
Kaori berbincang dengan warga yang sedang mengambil Air di Tandon yang disediakan PMI Jember (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Di tengah terik dan sulitnya mendapatkan air bersih, sebuah pemandangan penuh kepedulian terlihat di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jum'at 16 Oktober 2026.
Seorang perempuan asal Jepang, Kaori Omura, tampak berdiri di antara para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Tangannya memegang slang air, membantu mengalirkan air bersih ke dalam tandon-tandon milik warga yang terdampak kekeringan.
Tak sekadar datang untuk melihat, Kaori terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Mulai dari pengisian air ke truk tangki hingga membantu proses penyaluran air bersih di lokasi terdampak.
Bagi Kaori, yang merupakan staf JRCS Indonesia dari Kanagawa, Jepang, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa. Pengalaman itu membuka matanya tentang kenyataan yang mungkin jarang dibayangkan oleh masyarakat di negara asalnya yakni mendapatkan air bersih tidak selalu semudah membuka keran.
Di Jepang, air bersih dapat diperoleh dengan mudah dari keran rumah. Namun, ketika menyaksikan langsung perjuangan warga Jember untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, Kaori menyadari bahwa kemudahan tersebut belum dirasakan semua orang.
“Today, I realized that access to safe water is not something we can take for granted. In Japan, we can easily get safe water from our taps, but I learned that this is not the case everywhere in the world,” tutur Kaori saat mengikuti kegiatan distribusi air bersih.
Artinya, akses terhadap air bersih bukanlah sesuatu yang bisa dianggap selalu tersedia. Apa yang selama ini terasa biasa di Jepang ternyata menjadi kebutuhan yang harus diperjuangkan oleh sebagian masyarakat di belahan dunia lain.
Pengalaman Kaori di Jember tidak berhenti pada pengamatan. Ia ikut bekerja bersama relawan PMI Jember, mengangkat dan memegang slang air untuk mengisi lima tandon yang masing-masing berkapasitas 1.200 liter.
Di balik aktivitas sederhana itu, ada pesan kemanusiaan yang terasa kuat. Air yang mengalir ke dalam tandon bukan hanya untuk memenuhi wadah penampungan, melainkan juga membantu warga memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan.
Bagi Kaori, keterlibatan langsung dalam distribusi air bersih tersebut menjadi pengalaman pertamanya bertugas di Indonesia dalam kegiatan serupa. Ia pun membawa pulang pelajaran penting tentang arti air dan kepedulian terhadap sesama.
“I believe we need to avoid wasting water and understand that people have different circumstances and needs. Thank you for giving me this valuable experience,” tambahnya di akhir kegiatan.
Kaori mengingatkan bahwa air tidak seharusnya disia-siakan. Sebab, di tempat lain, ada masyarakat yang harus menunggu bantuan untuk mendapatkan air bersih yang layak bagi kebutuhan sehari-hari.
Di balik keterlibatan Kaori, ada kerja kemanusiaan yang terus berjalan. PMI Kabupaten Jember setiap hari mengerahkan relawan untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Dengan mengandalkan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter, PMI Jember terus menjangkau lokasi-lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Sejak Juli hingga Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 500.000 liter untuk warga terdampak di tujuh lokasi.
Pada Jumat itu, giliran warga Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, yang menerima bantuan. Dalam pelaksanaannya, relawan PMI Jember mendapat dukungan dari relawan Palang Merah Jepang.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban warga yang menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kekeringan.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menyampaikan apresiasi kepada para dermawan dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan distribusi air bersih dapat terus berlangsung.
“Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada PMI Jember sehingga dapat terus melakukan distribusi air bersih hingga pertengahan Oktober ini,” ungkap Ghufron.
Bagi warga yang terdampak kekeringan, kedatangan truk tangki air bersih menjadi bantuan yang berarti. Di saat sumber air di lingkungan mereka belum kembali normal, pasokan air dari para relawan membantu memenuhi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.
Sementara itu, bagi Kaori Omura, perjalanan bersama relawan PMI Jember menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap air bersih.
Ia datang dari negara yang masyarakatnya terbiasa memperoleh air dengan mudah. Namun, di Jember, ia menyaksikan sendiri bagaimana air harus diantarkan, ditampung, dan dibagikan agar dapat menjangkau warga yang membutuhkan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Langkah Pemkab Jember Atasi Antrean SPBU, Terapkan WFH Selama Dua Hari
16 Oktober 2026
17:31
Ekonomi & Bisnis
PTPN I, Kopi Ijen, dan Ambisi Menghidupkan Kembali Republik Kopi
16 Oktober 2026
17:22
Hukum & Politik
Dari Jepang ke Jember, Kaori Omura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
16 Oktober 2026
16:11
Hukum & Politik
Sapa Pengendara di Telukdalam, Satlantas dan Bapenda Tebar Ajakan Taat Pajak Lewat Gebyar Pajak Sumut
16 Oktober 2026
15:11
Hukum & Politik
Tak Hanya Jago Nyanyi, Lurah Patrang Hariyono Juga Bisa Jadi Bilal Salat Jumat
16 Oktober 2026
14:37