Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Angkat Isu Tambang Emas Banyuwangi, Mahasiswa UNEJ Sabet Empat Penghargaan Lewat TALUNA

Pewarta : Tamara

14 Oktober 2026

17:59

Mahasiswa UNEJ Sabet Empat Penghargaan Lewat Taluna (foto : Humas UNEJ untuk enewsindo)

JEMBER, enewsindo.co.id - Lima mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur, mengembangkan TALUNA, inovasi literasi digital yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami persoalan lingkungan akibat aktivitas pertambangan emas PT BSI di Banyuwangi.

Inovasi tersebut mengubah informasi teknis dan data lingkungan menjadi materi edukasi digital interaktif agar lebih mudah dipahami masyarakat. Pengembangan TALUNA dilatarbelakangi masih terbatasnya pemahaman publik terhadap informasi lingkungan yang kerap disajikan menggunakan istilah teknis.

Tim pengembang TALUNA diketuai Veny Firdayanti, bersama Aulia Jihan Fadilah dan Adelia Septina dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dua anggota lainnya, Moh. Jindan Sarifullah dan Reihan Arka Permana, berasal dari Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer UNEJ.

Veny menjelaskan, pemilihan wilayah pertambangan emas PT BSI di Banyuwangi sebagai fokus kajian didasarkan pada karakter geografis wilayah tersebut yang memiliki kawasan hutan dan keterhubungan dengan ekosistem pesisir.

Kondisi itu menjadi dasar pengembangan materi edukasi untuk membantu masyarakat memahami keterkaitan antara aktivitas manusia, kondisi lingkungan, serta hubungan ekosistem hulu dan hilir.

TALUNA dilengkapi sejumlah fitur, antara lain peta interaktif untuk mengenali lokasi dan konteks geografis, eksplorasi mendalam untuk memahami persoalan lingkungan, serta fakta ilmiah yang menyajikan informasi berbasis kajian.

Selain itu, tersedia kuis interaktif yang dapat diakses melalui kode respons cepat atau QR Code untuk menguji pemahaman pengguna terhadap materi yang disajikan.

“Melalui peta interaktif, pengguna dapat mengenali lokasi dan konteks geografis wilayah yang dibahas. Pembahasan kemudian diperdalam melalui fitur eksplorasi mendalam, sementara fakta ilmiah menyajikan informasi berbasis kajian,” kata Veny, Rabu 14 Oktober 2026.

Ia mengatakan, literasi lingkungan tidak cukup hanya menyediakan akses terhadap data, tetapi juga perlu membantu masyarakat memahami penyebab persoalan, lokasi kejadian, serta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, penyajian informasi dengan bahasa yang komunikatif dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap persoalan lingkungan.

Inovasi tersebut mengantarkan tim TALUNA meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Nusantara Creative Competition (NCC) yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Bali, pada 19–20 September 2026.

Tim tersebut berhasil masuk sembilan besar finalis setelah bersaing dengan 314 tim sejak babak awal. Mereka meraih Juara Harapan III Kategori Umum, medali emas subtema lingkungan, Favorite Poster Subtema Lingkungan, serta The Most Favorite Poster Kategori Umum.

Veny berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut dapat mendorong mahasiswa lain untuk mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan di lingkungan sekitar.

“Mulailah dari keresahan yang ada di sekitar, kembangkan menjadi gagasan, lalu beranilah membawanya ke kompetisi. Tidak perlu menunggu karya kita sempurna, karena setiap proses akan memberikan pengalaman dan pembelajaran baru,” ujarnya.

Selain tim TALUNA, mahasiswa UNEJ lainnya juga meraih penghargaan dalam kompetisi tersebut. Tim M. Imam Taufik, Putri Revalina Salsabila Khairani, Sherly Inelia Maharani, dan Muhammad Dhito Fakhrurrozi meraih medali emas subtema pariwisata dan budaya serta medali perunggu subtema sosial ekonomi dan teknologi.

Sementara itu, tim Fathimatuz Zahro, Raden Ayu Divala Diva Al Mohtar, Septyandika Galihrakha P., Anita Fitriani, dan Ismu Sofi Rahmawati meraih medali perunggu pada subtema pertanian. (*)

Tags : #IsuTambang #Taluna #UniversitasJember #BeritaUNEJ #InfoJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar