Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Sekardadu Libatkan Pelajar di Banyuwangi, Jaga Sungai hingga Dukung Wisata Air

Pewarta : Hakim

13 Oktober 2026

12:49

DPU Bersama Pelajar di Banyuwangi bersihkan Sungai kecil sebagai menjaga Kelestarian (foto : Hakim)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Upaya menjaga kelestarian sungai di Kabupaten Banyuwangi dilakukan dengan melibatkan generasi muda. Melalui program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu), pelajar diajak terlibat langsung dalam menjaga lingkungan, mulai dari menebar ikan hingga menanam pohon.

Kegiatan yang digencarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi itu kali ini melibatkan pelajar dari empat sekolah di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Selasa 13 Oktober 2026.

Selain aksi lingkungan, para siswa mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, serta mengurangi risiko banjir akibat penumpukan sampah di aliran air.

Korsda Banyuwangi, Puput Waspito Adi, mengatakan Sekardadu merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, khususnya daerah aliran sungai (DAS).

“Melalui Sekardadu ini, DPU Pengairan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk menanggulangi persoalan sampah dan banjir di aliran sungai. Kami juga menyosialisasikan kepada siswa agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Puput.

Menurut dia, keterlibatan pelajar diharapkan membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan sejak dini. Penanaman pohon juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air karena vegetasi membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.

Kepala Desa Kampunganyar, Suwandi, menyambut baik kegiatan tersebut. Dia menilai edukasi yang disertai aksi langsung dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga alam, terutama sumber daya air.

“Desa Kampunganyar merupakan kawasan hulu sungai sekaligus desa penyangga kawasan Kawah Ijen. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kelestarian sumber air menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Suwandi menjelaskan, kondisi sungai turut memengaruhi keberlangsungan wisata air yang menjadi salah satu potensi unggulan desa tersebut. Setidaknya terdapat enam destinasi wisata air, yakni Jopuro, Jagir, Ketegan, Perongsotan, Griyo Watu, dan Kali Kedung.

Keberadaan destinasi tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kelestarian sumber air perlu dijaga agar aktivitas wisata dan ekonomi warga dapat terus berjalan.

“Wisata air ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk mencari rezeki. Kalau airnya tercemar atau kotor, tentu akan berpengaruh terhadap kondisi wisata dan aktivitas ekonomi warga,” sambungnya.

Guru SMP Darul Ilmi Banyuwangi, Putri Noviah Pradani, menilai Sekardadu menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Melalui kegiatan di lapangan, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menerapkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam sekitar, terutama daerah yang memiliki aliran sungai maupun tempat wisata,” tuturnya.

Melalui Sekardadu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga kebersihan sungai. Kesadaran sejak dini menjadi salah satu modal penting untuk melindungi sumber air sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan wisata di Banyuwangi. (*)

Tags : #MelestarikanBersih #SungaidiBersihkan #Banyuwangi #DPUBanyuwangi #PelajarBanyuwangi #BeritaBersihkanSungaiBamyuwangi #InfoBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar