Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Pasar Banyuwangi Jadi Spot Nongkrong Kekinian, Sejarah Tetap Jadi Daya Tarik

Pewarta : Hakim

13 Oktober 2026

10:05

Suasana Pasar di Banyuwangi (foto : Hakim)


BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pasar tradisional tak selalu identik dengan aktivitas jual beli. Di Banyuwangi, pasar rakyat kini punya wajah baru. Setelah direvitalisasi, Pasar Banyuwangi menjelma menjadi spot nongkrong kekinian yang ramai dikunjungi warga, terutama saat sore hingga malam hari.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Oktober 2026, pasar yang direvitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum itu menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati kuliner, bersantai, hingga berburu foto di tengah suasana bangunan yang estetik.

Pada pagi hari, aktivitas perdagangan tetap menjadi denyut utama pasar. Pedagang dan pembeli bertransaksi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai sayur-mayur, daging, hingga ikan. Namun, menjelang sore, suasana kawasan perlahan berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat.

Arsitektur yang mengadopsi ciri khas rumah Osing berpadu dengan pencahayaan hangat di sejumlah sudut bangunan. Trotoar luas di bagian depan, lengkap dengan deretan kursi, memberikan ruang bagi pengunjung untuk duduk santai menikmati suasana pusat kota.

Lantai dua menjadi salah satu titik favorit. Pada siang hingga sore hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota dengan latar Pegunungan Ijen di sisi barat. Ketika malam tiba, balkon lantai dua menawarkan suasana berbeda dengan gemerlap lampu dan lalu lintas kendaraan di bawahnya.

Reta, warga Kelurahan Sobo, merasakan kenyamanan tersebut saat menghabiskan libur akhir pekan bersama suaminya pada Senin 13 Oktober 2026 malam.

“Suasananya hangat dan dirancang begitu nyaman. Vibes-nya seperti berwisata di luar kota. Kita di sini menikmati sajian ketan dan minuman hangat, suami juga bisa santai ngopi,” tutur Reta.

Daya tarik Pasar Banyuwangi tak berhenti pada suasana kekinian. Kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota. Gerbang depan pasar merupakan bangunan bersejarah yang bentuknya tetap dipertahankan.

Tak jauh dari lokasi, terdapat Asrama Inggrisan, kompleks perkantoran telegraf yang memiliki peran penting dalam sejarah komunikasi dunia. Pada 1871, kabel telegraf bawah laut menghubungkan Eropa dengan Australia, dengan Banyuwangi menjadi salah satu titik penghubungnya.

Perpaduan ruang publik modern dan bangunan bersejarah itu turut menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Neneng, warga Surabaya, mengaku penasaran setelah melihat video Pasar Banyuwangi di media sosial.

“Awalnya tahu dari medsos karena tempatnya kelihatan sangat estetis. Setelah datang sendiri, ternyata memang asyik,” kata Neneng.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, revitalisasi tersebut diharapkan memperluas fungsi pasar rakyat. Selain menjadi pusat perdagangan, pasar juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi sosial sekaligus destinasi wisata berbasis sejarah.

“Dengan tetap menghidupkan kegiatan perdagangan, pasar ini juga menjadi alternatif destinasi heritage yang memperkaya pengalaman warga maupun wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi,” kata Ipuk. (*)

Tags : #PasarBanyuwangi #PemkabBanyuwangi #BeritaBanyuwangi #InfoBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar