Detail Berita
Kekeringan di Bedadung Jember, Air Bersih Sulit Didapat
Pewarta : Andre
13 Oktober 2026
15:28
Sumur Kering, Warga Bedadung mengambil Air bersih di tandon yang Sediakan BPBD (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Air di sumur warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin sulit didapat.
Sejak akhir Juli 2026, debit air terus menurun. Sejumlah sumur bahkan mengering, sementara air yang tersisa sebagian mulai berbau kurang sedap.
Bagi warga, kondisi itu bukan sekadar persoalan berkurangnya air di sumur. Mereka harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi.
Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumur bor yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Untuk keperluan mandi, warga juga memanfaatkan Sungai Bedadung. Namun, air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai menyusut.
Keterbatasan sumber air tersebut dirasakan oleh 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedadung. Kondisi ini semakin sulit karena wilayah RW 13 belum memiliki jaringan pipanisasi sehingga warga masih bergantung pada sumur.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember turun ke lokasi pada Selasa 13 Oktober 2026) untuk menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB setelah berangkat setengah jam sebelumnya. Selain menyalurkan air, petugas berkoordinasi dengan pemerintah desa dan warga serta memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan.
Tim TRC-PB BPBD Jember, Faris Fadhil, mengatakan kekeringan di wilayah tersebut telah dirasakan warga sejak akhir Juli 2026. Penurunan debit sumur membuat ketersediaan air bersih semakin terbatas.
“Debit air sumur mulai menurun, sebagian bahkan mengering. Air yang masih tersedia juga mulai berbau kurang sedap,” kata Faris.
Berdasarkan pendataan BPBD Jember, dampak kekeringan tersebar di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14.
Sebanyak 40 KK terdampak di RT 07, 20 KK di RT 08, 40 KK di RT 09, dan 20 KK di RT 11. Dengan demikian, jumlah warga yang membutuhkan dukungan air bersih mencapai 120 KK.
“Total ada 120 KK yang terdampak dan membutuhkan dukungan air bersih,” ujar Faris.
Faris menerangkan, untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD menyaluran air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali.
"Pola distribusi tersebut diharapkan dapat membantu warga menghadapi keterbatasan air selama kekeringan berlangsung," kata Faris.
BPBD juga telah menyediakan tiga tandon dan satu tandon hibah. Seluruh tandon ditempatkan di rumah kepala dusun untuk mendukung penampungan air bersih.
"Di tengah kondisi itu, warga RT 05 dan RT 06 masih relatif aman karena telah terlayani jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)," jelas Faris.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Namun, rekomendasi distribusi setiap empat hari sekali menunjukkan bahwa dukungan pasokan air masih diperlukan selama kekeringan belum teratasi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Bupati Jember Ingatkan Karnaval dan Sound Horeg, Jangan Sampai Ganggu Warga
13 Oktober 2026
19:54
Hukum & Politik
Manfaatkan Jasa Ekspedisi, Pengiriman 1,3 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan
13 Oktober 2026
17:41
Ekonomi & Bisnis
Lahan Aset Pemkab Jember di Slawu Diukur, Disiapkan untuk Kolam Ikan
13 Oktober 2026
17:23
Hukum & Politik
Rumah Warga Terbakar di Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari Lakukan Pendataan
13 Oktober 2026
17:18
Hukum & Politik
Jogo Digital Antar Kota Kediri Raih Terbaik 2 Siskamling Jatim
13 Oktober 2026
17:12