Detail Berita

Hukum & Politik

Ratusan Warga Lintas Gereja Padati Malam Penghiburan Ama Ripa Harefa di Fanayama

Pewarta : Adil

11 Oktober 2026

21:43

Suasana Penghiburan Ama Ripa Harepa di Fanayama (foto : Adil)

NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Suasana duka menyelimuti Desa Hilinawalo Fau, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Ratusan warga dari berbagai denominasi gereja menghadiri ibadah malam penghiburan atas meninggalnya Mustaki Harefa alias Ama Ripa Harefa (67) sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ibadah malam penghiburan yang digelar di kediaman almarhum itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Warga lintas gereja hadir bersama untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.

Anak almarhum, Akreat Harefa, mengungkapkan bahwa kepergian sang ayah meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Menurut dia, almarhum semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan mudah bergaul dengan masyarakat.

“Bapak adalah sosok yang sangat baik, ramah, dan suka bergaul. Beliau juga tidak pernah lalai mengikuti kegiatan, baik kegiatan rohani maupun sosial di desa,” ungkap Akreat, Minggu 11 Oktober 2026.

Dia menuturkan, almarhum merupakan sosok yang taat dan patuh serta memiliki hubungan baik dengan masyarakat. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan membuat almarhum dikenal dan disukai warga.

“Bapak sangat disayangi masyarakat. Karena itu, kepergian beliau menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Desa Hilinawalo Fau,” lanjutnya.

Kehadiran ratusan warga dalam ibadah malam penghiburan tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan persaudaraan dan toleransi antar umat Kristiani di wilayah itu. Jemaat dari berbagai denominasi gereja berkumpul tanpa membedakan latar belakang organisasi gereja untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka.

Suasana haru tampak sepanjang rangkaian ibadah. Ikatan kain putih di kepala atau Mamana yang dikenakan sebagai simbol duka turut memperlihatkan suasana kehilangan yang dirasakan keluarga.

Ibadah diisi dengan doa, nyanyian puji-pujian, persembahan koor dari sejumlah organisasi gereja, serta penampilan vokal grup. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguatkan iman dan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bagi keluarga, dukungan masyarakat yang hadir menjadi penguat di tengah kesedihan atas kepergian orang yang mereka kasihi. 

Akreat berharap, kebersamaan dan doa yang disampaikan seluruh warga dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga dalam melewati masa duka.

“Selamat jalan orang tua kami, Mustaki alias Ama Ripa Harefa, menuju Yerusalem Baru. Kiranya Tuhan memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga, sahabat, serta seluruh masyarakat yang turut merasakan kehilangan ini,” tuturnya.

Kepergian Ama Ripa Harefa menyisakan kenangan bagi keluarga dan masyarakat Desa Hilinawalo Fau. Namun, kebersamaan warga lintas gereja dalam malam penghiburan menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan dan kepedulian tetap terjalin erat di tengah suasana duka. (*)

Tags : #PenghiburanFanayama #NiasSelatan #BeritaNiasSelatan #InfoNiasSelatan #enewsindoNiasSelatan

Ikuti Kami :

Komentar