Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Dua Tim Finis Ketiga, KU-12 ADU Runner-up Trofeo Cup Perseba Bakungan

Pewarta : Imam

11 Oktober 2026

18:17

Salah Satu Tim di Trofeo Cup Perseba Bakungan bersama Pelatihnya (foto : Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Hasil pertandingan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembinaan sepak bola usia dini. Bagi Akademi Diponegoro United (ADU), kompetisi menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan pemain sekaligus mengevaluasi materi latihan yang telah diberikan.

Hal itu terlihat saat ADU menurunkan tim kelompok usia (KU) 8, 10, dan 12 tahun dalam Trofeo Cup yang digelar Perseba Bakungan di Banyuwangi, Minggu 11 Oktober 2026.

Turnamen tersebut diikuti tiga tim, yakni ADU, Perseba Bakungan Glagah, dan Putra BTB dari Kabupaten Jember. Ajang ini dimanfaatkan para pemain muda untuk menguji kemampuan, membangun koordinasi permainan, serta menambah jam terbang menghadapi lawan berbeda.

Pelatih ADU, Yudha Okta Mahendra, yang akrab disapa Coach AO, mengatakan keikutsertaan timnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pemain melalui pertandingan rutin.

“Tujuan kami mengikuti kegiatan ini untuk mengasah kemampuan anak-anak. Selama ini mereka juga rutin bertanding agar semakin terbiasa menghadapi situasi pertandingan,” ujarnya.

Menurut Yudha, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Pemain tidak hanya dituntut menguasai teknik dasar, tetapi juga belajar membaca situasi permainan, bekerja sama dengan rekan setim, dan mengambil keputusan di lapangan.

Ia menambahkan, materi yang diperoleh dari Kursus Pelatih Lisensi D Nasional PSSI di Bali beberapa waktu lalu mulai diterapkan dalam sesi latihan maupun pertandingan.

Penerapan materi tersebut diharapkan membantu pemain memahami pola permainan dan membangun kekompakan tim. Yudha menilai para pemain mulai menunjukkan perkembangan dalam menemukan ritme permainan serta membangun chemistry antarpemain.

“Setelah mengikuti Kursus Pelatih Lisensi D Nasional PSSI di Bali, materi yang saya dapatkan mulai saya terapkan kepada anak-anak. Hasilnya, mereka mulai menemukan ritme permainan dan membangun chemistry satu sama lain,” katanya.

Dari hasil kompetisi tersebut, tim ADU KU-8 dan KU-10 masing-masing menempati posisi ketiga. Sementara itu, tim KU-12 berhasil finis di posisi kedua.

Hasil itu menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk membenahi sejumlah aspek permainan, mulai dari kemampuan individu, pemahaman taktik, hingga koordinasi antarpemain. (*)

Tags : #PertandinganSepakbola #Banyuwangi #TrefeoCuo #BeritaBanyuwangi #InfoBanyuwangi #enewsBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar