Detail Berita

Hukum & Politik

Bupati Jember Tekankan Kesetaraan Kesempatan Bagi Santri

Pewarta : Andre

11 Oktober 2026

09:54

Bupati Jember Gus Fawait bersama Istri Ning Gyta didampingi Forkompinda hadiri HSN di alun alun Jember (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa santri memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi serta berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Para santri harus memahami bahwa santri tidak hanya pintar mengaji dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bisa memimpin, menjadi bupati, dan mengambil peran penting dalam pembangunan daerah,” kata Fawait saat membuka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Jember Nusantara, Sabtu 10 Oktober 2026 malam.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut, Fawait mengatakan latar belakang pendidikan pesantren tidak boleh menjadi penghalang bagi santri untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu memastikan santri memperoleh kesempatan yang setara, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Salah satu upaya yang disampaikan Fawait adalah program beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember. Ia berharap prestasi santri, baik di bidang akademik maupun non akademik, dapat menjadi pertimbangan dalam pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia juga mendorong santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak membatasi cita-cita karena menempuh pendidikan di pesantren.

“Tidak boleh lagi santri dipandang sebagai kelompok kelas dua atau kelas tiga. Santri memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten Jember,” ujarnya.

Selain pendidikan, Fawait turut menyoroti akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jember. Ia menjelaskan bahwa warga yang memiliki KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkab Jember, lanjut dia, juga menyediakan layanan Home Care yang menjangkau masyarakat hingga ke rumah serta layanan transportasi bagi warga kurang mampu yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.

Fawait berharap peringatan HSN tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong santri meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi dalam pembangunan.

Menurut dia, santri perlu mengembangkan kemampuan di berbagai bidang sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembukaan HSN 2026 di Jember berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, jajaran Forkopimda, para kiai dan tokoh agama, tokoh lintas agama, kepala organisasi perangkat daerah, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan keagamaan. 

Prosesi pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Jember sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jember. (*)

Tags : #HSNdiAlunAlunJember #BupatiJemberGus Fawait #PemkabJember #BeritaKember #InfoJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar