Detail Berita
SMK Go Global Dibuka, BP3MI Jatim Perkuat Perlindungan Calon PMI
Pewarta : Tamara
08 Oktober 2026
18:23
Kepala BP3MI Jawa Timur AKBP Tyas Puji Rahadi di Pendopo WahyawibawaGraha Jember (foto : Tamara)
JEMBER, enewsindo.co.id - Bekerja ke luar negeri membuka peluang besar bagi lulusan SMK. Namun, peluang itu bisa berubah menjadi persoalan ketika calon pekerja migran Indonesia (PMI) tidak memahami prosedur keberangkatan dan hak-haknya.
Karena itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur memperkuat edukasi migrasi aman bagi calon PMI di Kabupaten Jember. Pembekalan tersebut digelar melalui kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman dalam rangka mendukung Program SMK Go Global di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis 8 Oktober 2026.
Kegiatan itu melibatkan perwakilan SMK, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Jember.
Kepala BP3MI Jawa Timur AKBP Tyas Puji Rahadi mengatakan, edukasi menjadi bagian penting sebelum calon PMI berangkat ke negara penempatan. Mereka harus memahami jalur resmi, kontrak kerja, hak dan kewajiban, hingga mekanisme pengaduan jika menghadapi masalah.
“Edukasi ini adalah investasi perlindungan yang tidak ternilai. Kami ingin memastikan setiap calon PMI memahami hak-haknya, prosedur yang harus ditempuh, dan ke mana harus melapor apabila menghadapi permasalahan di negara penempatan,” ujarnya.
Menurut Tyas, perlindungan PMI tidak boleh dimulai ketika persoalan sudah terjadi. Pendampingan harus diberikan sejak proses pendaftaran hingga pekerja migran kembali ke tanah air.
“BP3MI hadir bukan hanya saat ada masalah. Kami hadir sejak awal, dari proses pendaftaran hingga PMI kembali ke tanah air dengan selamat,” tegasnya.
Materi pembekalan mencakup mekanisme pendaftaran SMK Go Global, prosedur keberangkatan, pemahaman kontrak kerja, hak dan kewajiban PMI di negara tujuan, hingga mekanisme pengaduan dan perlindungan.
Program SMK Go Global sendiri merupakan Program Quick Win pemerintah yang dikelola Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Program tersebut menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja terampil dan tersertifikasi internasional pada periode 2026–2029.
Untuk 2026, program itu menargetkan 40 ribu calon PMI bekerja di sejumlah negara, di antaranya Jepang, Jerman, Korea, dan Maladewa.
Jember menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam penguatan perlindungan PMI. BP3MI Jatim berkomitmen mendampingi calon PMI asal Jember mulai dari pendaftaran, pelatihan, sertifikasi, penempatan hingga pemulangan.
“Jember adalah salah satu daerah kantong PMI terbesar di Jawa Timur. Kami berkomitmen memastikan seluruh PMI Jember mendapatkan perlindungan terbaik dalam setiap tahapan perjalanan kerja mereka,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, BP3MI Jatim bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember berupaya membangun ekosistem migrasi aman. Harapannya, lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan dan sertifikasi, tetapi juga memahami prosedur bekerja ke luar negeri serta mengetahui jalur perlindungan ketika menghadapi persoalan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Pendidikan & Teknologi
SMK Go Global Dibuka, BP3MI Jatim Perkuat Perlindungan Calon PMI
8 Oktober 2026
18:23
Hukum & Politik
Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air, Sampang Luncurkan Program Sejuta Liter
8 Oktober 2026
16:43
Hukum & Politik
Truk Bermuatan Tinggi Tabrak Portal Viaduk BH 87A Banyuwangi
8 Oktober 2026
16:15
Hukum & Politik
Pemkab Banyuwangi Gandeng BSI Percepat Pengentasan Kemiskinan
8 Oktober 2026
16:07
Hukum & Politik
Gus Qowim Minta Kader Pokja IV Perkuat Pendampingan Masyarakat
8 Oktober 2026
15:06