Detail Berita
Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air, Sampang Luncurkan Program Sejuta Liter
Pewarta : Ahmad
08 Oktober 2026
16:43
Wakil Bupati Sampang Madura H. Ahmad Mahfudz membuka program Sejuta Literdi halaman Pendopo Pemkab Sampang (foto : Ahmad)
SAMPANG, enewsindo.co.id - Musim kemarau berkepanjangan mulai membebani warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang. Akses air bersih menjadi persoalan serius, terutama di daerah yang rentan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Sampang bersama Forum Sampang Sehat (FSS) dan sejumlah perusahaan migas bergerak. Program Sejuta Liter Air Bersih resmi diluncurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat terdampak kekeringan.
Program tersebut diluncurkan Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Kamis 8 Oktober 2026. Dukungan datang dari SKK Migas Jabanusa, Medco Energy, HCML, PC North Madura atau Petronas, searah serta sejumlah mitra lainnya.
Ahmad Mahfudz menegaskan, persoalan air bersih tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri. Kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas dan masyarakat diperlukan agar bantuan bisa menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Dukungan ini menjadi bukti bahwa sinergi dan tanggung jawab sosial perusahaan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Sampang,” ujar Ahmad Mahfudz.
Program tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang rentan kekurangan air. Di antaranya Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Sreseh, Tambelangan, Banyuates dan Pangarengan.
Bantuan air juga diharapkan tidak hanya menyasar rumah warga. Pemkab Sampang mendorong distribusi menjangkau sekolah, madrasah, pondok pesantren, mushala hingga masjid.
Langkah itu dinilai penting agar aktivitas pendidikan, sosial dan keagamaan tetap berjalan meski ketersediaan air terbatas.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Febrian Ihsan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) terhadap masyarakat terdampak kekeringan.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami bersama K3S untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Menurut Febrian, sinergi antara SKK Migas, K3S, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Dalam program tersebut, FSS mendapat kepercayaan membantu proses distribusi air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Pemkab Sampang juga meminta organisasi perangkat daerah memperkuat pendataan dan pemetaan wilayah terdampak. Koordinasi distribusi, penguatan armada serta perluasan jejaring mitra dinilai penting agar bantuan tidak terlambat.
Namun, distribusi air bersih hanya menjadi solusi sementara. Pemkab Sampang mendorong langkah jangka panjang berupa pembangunan embung dan tandon komunal, perlindungan sumber mata air dan daerah resapan, pengembangan jaringan perpipaan, pemanenan air hujan hingga penyediaan air bersih berbasis desa.
Melalui Program Sejuta Liter Air Bersih, Pemkab Sampang berharap beban warga selama musim kemarau dapat ditekan. Di sisi lain, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menghadapi persoalan air bersih secara berkelanjutan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
KPU Nisel Buka Ruang Publik Kawal Akurasi Data Pemilih
8 Oktober 2026
19:36
Hukum & Politik
Tak Cuma Ganggu Telinga, Sound Horeg Disorot karena Picu Masalah Sosial
8 Oktober 2026
19:08
Pendidikan & Teknologi
SMK Go Global Dibuka, BP3MI Jatim Perkuat Perlindungan Calon PMI
8 Oktober 2026
18:23
Hukum & Politik
Kemarau Bikin Warga Kesulitan Air, Sampang Luncurkan Program Sejuta Liter
8 Oktober 2026
16:43
Hukum & Politik
Truk Bermuatan Tinggi Tabrak Portal Viaduk BH 87A Banyuwangi
8 Oktober 2026
16:15