Detail Berita

Hukum & Politik

Jalur Gumitir Retak 30 Meter, BPBD Jember Waspadai Ancaman Longsor dan Lonjakan Kendaraan

Pewarta : Tamara

08 Oktober 2026

21:25

Rapat Koordinasi di Kantor BPBD tentang keretakan di Gumitir (foto : Tamara)

JEMBER, enewsindo.co.id - Keretakan sepanjang sekitar 30 meter di ruas Jalan Gumitir, tepatnya Sumberjati - Batas Banyuwangi KM 230+950 Jalan Banyuwangi - Jember, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, mulai mendapat perhatian serius.

Memasuki musim penghujan, retakan pada badan jalan tersebut dikhawatirkan berkembang akibat masuknya air dan gerusan pada struktur jalan. Kondisi itu menjadi salah satu fokus rapat koordinasi di di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jember, Kamis 8 Oktober 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele, terutama karena kawasan Gumitir segera memasuki musim penghujan.

“Retakan ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih kawasan Gumitir akan memasuki musim penghujan. Air hujan yang masuk melalui celah retakan dikhawatirkan dapat mempercepat gerusan dan memengaruhi kondisi badan jalan,” ujar Edy.

Kekhawatiran semakin besar karena jalur Gumitir merupakan jalur utama yang juga dilalui kendaraan bertonase berat. Jika kondisi jalan memburuk dan pada saat bersamaan volume kendaraan meningkat, risiko terhadap keselamatan pengguna jalan dapat semakin besar.

“Karena itu, penanganan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi lintas sektor agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur,” kata Edy.

Sementara itu BBPJN Jawa Timur - Bali dalam keterangan resminya mengungkapkan, bahwa persoalan serupa pernah terjadi beberapa kali di kawasan Gumitir. Penanganan sebelumnya dilakukan secara bertahap dengan menggunakan sejumlah material, di antaranya sandbag, bronjong, dan bambu.

Untuk kawasan KM 230, BBPJN menyebut desain serta rencana pembiayaan penanganan telah disiapkan pada 2026. Namun, pelaksanaan pekerjaan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari balai.

Sementara itu, penanganan darurat telah mulai dilakukan. Pada Rabu 7 Oktober 2026, BBPJN melakukan sealing atau penutupan permukaan aspal di sekitar titik keretakan.

Sehari kemudian, dilakukan penanganan sementara menggunakan sandbag dan geotekstil untuk mengantisipasi masuknya air hujan ke area yang mengalami keretakan.

BBPJN juga memasang banner peringatan sekitar 50 meter dari titik keretakan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Ancaman terhadap jalur Gumitir tidak hanya berasal dari kondisi badan jalan.

Rapat juga membahas potensi peningkatan volume kendaraan akibat proses perbaikan Jembatan Pajarahan. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian kendaraan yang menuju Jember memilih jalur Gumitir.

Di sisi lain, memasuki akhir tahun, arus kendaraan di jalur Jember - Banyuwangi juga diperkirakan meningkat. Satlantas Polres Jember menilai persoalan tersebut perlu segera diantisipasi.

Apalagi, kejadian serupa yang terjadi pada 2025 sempat memberikan dampak cukup besar. Karena itu, informasi dan peringatan kepada pengguna jalan dinilai perlu terus diperkuat, terutama apabila kondisi retakan mengalami perubahan. (*)

Tags : #BPBD #BPJNJawtTimur #SatlantasJember #KeretakanGumitir #BeritaJember #InfoJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar