Detail Berita

Hukum & Politik

Belajar Mitigasi, Siswa Jember Kenali Risiko Bencana

Pewarta : Andre

08 Oktober 2026

14:11

siswa SDS Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember belajar hadapi bencana kebakaran (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Belajar tentang bencana tak selalu harus di ruang kelas. Sebanyak 234 siswa SDS Tiga Bahasa Rukun Harapan Kabupaten Jember diajak mengenal langsung peralatan dan proses penanganan bencana di Kantor BPBD Kabupaten Jember.

Kegiatan outing class tersebut digelar pada Selasa dan Kamis (6 dan 8/10/2026). Para siswa didampingi 10 guru dan mengikuti rangkaian edukasi kebencanaan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember Zughrinada Wahyudi Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan mitigasi bencana kepada anak sejak usia sekolah.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak kami kenalkan dengan berbagai peralatan kebencanaan sekaligus diberikan pemahaman mengenai mitigasi dan keselamatan. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya, Kamis 8 Oktober 2026.

Para siswa dibagi ke sejumlah pos yang disiapkan personel BPBD Jember bersama mahasiswa magang dari Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Jember (UIJ).

Di Pos Perahu Karet, siswa dikenalkan dengan alat pelindung diri (APD), fungsi perahu karet untuk evakuasi, serta prinsip keselamatan di perairan. Materi dikaitkan dengan proses penyelamatan korban yang terseret arus saat banjir.

Beranjak ke Pos Logistik, siswa melihat berbagai kebutuhan dasar pengungsi sekaligus belajar bagaimana logistik dikelola ketika terjadi bencana.

Sementara di Pos Gudang Peralatan, mereka diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan kebencanaan. Siswa juga diberi pemahaman tentang pentingnya penyimpanan dan penataan alat agar selalu siap digunakan saat kondisi darurat.

Edukasi berlanjut di Pos Chainsaw. Di sana, siswa mendapat pengetahuan dasar mengenai penanganan pohon tumbang, termasuk pentingnya keselamatan kerja dan kewaspadaan ketika terjadi angin kencang.

Sedangkan di Pos Karhutla, siswa belajar mengenali kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari penyebab, dampak, hingga langkah pencegahan.

Zughrinada menegaskan, pengenalan mitigasi sejak dini diperlukan untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya soal tindakan ketika bencana terjadi.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bencana bukan hanya soal penanganan setelah kejadian, tetapi juga bagaimana mengenali risiko dan melakukan pencegahan sejak awal,” katanya.

Menurutnya, edukasi kebencanaan kepada anak-anak diharapkan dapat membentuk kebiasaan tanggap terhadap risiko di lingkungan sekitar. Pengetahuan tersebut juga dapat dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga. (*)

Tags : #BPBDJember #SDSTigaRukunHarapanJember #BeritaJember #InfoJember #eneswindoJember

Ikuti Kami :

Komentar