Detail Berita
Pendopo Banyuwangi Bergemuruh, Ribuan Warga Rayakan Garuda Juara
Pewarta : Hakim
06 Oktober 2026
08:28
Ratusan Warga Banyuwangi Nobar di Pendopo Bupati Banyuwangi (foto : Hakim )
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pendopo Sabha Swagata Blambangan berubah menjadi lautan kegembiraan pada Senin malam 5 Oktober 2026. Ribuan warga yang berkumpul untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) final FIFA ASEAN Cup 2026 tumpah dalam satu perayaan yakni Indonesia juara.
Ketegangan pertandingan Indonesia versus Thailand yang berlangsung hingga 120 menit akhirnya pecah menjadi sorak-sorai. Laga yang berakhir dengan skor 2-2 itu harus ditentukan melalui adu penalti.
Suasana pendopo yang sebelumnya dipenuhi ketegangan mendadak bergemuruh ketika eksekutor terakhir Thailand gagal menjalankan tugasnya. Indonesia memastikan kemenangan 4-2 melalui drama adu penalti.
Bagi warga yang hadir, kemenangan tersebut terasa lebih istimewa karena dirayakan bersama-sama. Sejak awal pertandingan, ribuan suporter telah memadati kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan untuk memberikan dukungan kepada skuad Garuda.
Iwan, warga Songgon, mengaku pertandingan final membuatnya beberapa kali menahan napas. Terlebih ketika Thailand kembali unggul pada babak tambahan.
“Pertandingannya luar biasa menegangkan. Kami sempat khawatir ketika Thailand kembali unggul, tetapi akhirnya bisa menyamakan kedudukan dan menang lewat penalti,” ujarnya.
Menurut dia, atmosfer nobar di pendopo membuat kemenangan Indonesia terasa berbeda. Ketika penalti terakhir Thailand gagal, seluruh penonton langsung meluapkan kegembiraan.
“Rasanya berbeda kalau merayakan kemenangan bersama-sama. Begitu penalti terakhir pemain Thailand gagal, semua langsung berteriak. Senang sekali Indonesia akhirnya juara,” katanya.
Pertandingan sendiri berlangsung penuh drama. Indonesia sempat unggul melalui tendangan bebas Dean James pada babak kedua. Thailand kemudian menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal sehingga laga berlanjut ke babak tambahan. Thailand kembali unggul lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-110.
Namun, semangat skuad Garuda tidak surut. Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 dan membuat skor kembali imbang 2-2 hingga pertandingan berakhir.
Pada babak adu penalti, Indonesia tampil lebih tenang. Garuda mengakhiri drama tersebut dengan kemenangan 4-2 setelah dua eksekutor Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal mencetak gol.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menyaksikan pertandingan bersama warga mengaku bersyukur atas keberhasilan Timnas Indonesia.
“Terima kasih juga atas support serta doa seluruh warga Banyuwangi dan Indonesia sehingga Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, gelar juara tersebut menjadi hadiah manis bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, kemenangan diraih setelah perjuangan panjang dan pertandingan yang berlangsung hingga adu penalti.
“Alhamdulillah, Timnas Indonesia juara. Perjuangan luar biasa sampai detik terakhir. Terima kasih untuk seluruh pemain yang sudah berjuang,” ujarnya.
Malam itu, kemenangan Garuda bukan sekadar hasil pertandingan di lapangan. Di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, sepak bola menjadi ruang yang mempertemukan ribuan warga dalam satu semangat dan kebanggaan yang sama: Indonesia juara. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Pejabat Pemkab Banyuwangi Dites Urine, Integritas Aparatur Diuji
6 Oktober 2026
22:27
Hiburan
Gus Fawait Dorong Hilirisasi Kopi untuk Entaskan Kemiskinan di Pedesaan
6 Oktober 2026
18:26
Hiburan
Garuda Kini Jadi Raja ASEAN
6 Oktober 2026
18:22
Hukum & Politik
Mbak Wali : TNI Harus Tetap Dekat dengan Rakyat di Tengah Tantangan Zaman
6 Oktober 2026
18:11
Hukum & Politik
Patroli Turjawali Sasar Pusat Aktivitas Warga, Polisi Ingatkan Bahaya Hoaks
6 Oktober 2026
17:58