Detail Berita

Hukum & Politik

kWh Meter Dicabut PLN, Pompa Air Macet, 102 KK di Panduman Krisis Air Bersih

Pewarta : Andre

06 Oktober 2026

11:46

Tandon Air di Panduman yang menjadi penopang Warga kering, kWh Meter di cabut PLN (foto : Andre)

JEMBER, enewsindo.co.id - Belum lama menikmati kembali aliran air, 102 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Jember, kembali harus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Krisis air itu bukan semata karena sumur bor kehabisan air. Sumber air warga berhenti beroperasi setelah kWh meter listrik yang menggerakkan pompa sumur bor dicabut PLN akibat persoalan teknis.

Padahal, sumur bor tersebut sebelumnya telah kembali berfungsi setelah pemerintah desa menyelesaikan perbaikan jaringan pipanisasi.

Perbaikan itu pula yang membuat distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dihentikan pada 24 September 2026.

Kini, persoalan kembali muncul. Pompa sumur bor tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik terputus. Dampaknya, ratusan warga yang menggantungkan kebutuhan air dari sumber tersebut kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember turun melakukan asesmen setelah menerima laporan warga dan permohonan bantuan air bersih.

“Warga sebanyak 102 KK saat ini membutuhkan air bersih karena sumur bor yang sebelumnya sudah berfungsi dan mengalir ke warga kembali tidak beroperasi,” ujar Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Firman, kondisi di Dusun Sumber Tengah tidak sepenuhnya berkaitan dengan kekeringan. Persoalan utama yang ditemukan saat asesmen adalah terganggunya operasional sumber air akibat masalah teknis pada penggunaan kWh meter listrik.

Sebelumnya, BPBD Jember telah menggelontorkan 30 ribu liter air bersih ke wilayah tersebut. Bantuan disalurkan melalui empat tandon saat jaringan pipanisasi warga mengalami gangguan.

Setelah jaringan diperbaiki pemerintah desa dan sumur bor kembali mengalir, bantuan BPBD dihentikan. Namun, tidak berselang lama, sumber air kembali lumpuh karena kWh meter listrik dicabut PLN.

Untuk bertahan, warga sementara mengambil air dari sumur bor yang berada di Kantor Desa Panduman. Sumber tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sebelum sumur bor utama kembali beroperasi.

Pemerintah Desa Panduman kini akan mengajukan kembali pemasangan kWh meter kepada PLN. Langkah tersebut dinilai penting agar pompa sumur bor dapat kembali bekerja dan distribusi air ke 102 KK bisa normal.

Sambil menunggu proses tersebut, pemerintah desa juga menyiapkan distribusi air bersih secara mandiri. Desa akan mengajukan pinjam pakai empat tandon kepada BPBD Jember, masing-masing berkapasitas 1.200 liter.

Empat tandon itu disiapkan untuk menopang distribusi air bersih selama musim kemarau, terutama jika pemulihan operasional sumur bor masih membutuhkan waktu.

BPBD Jember merekomendasikan penyediaan tandon sebagai bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah desa menangani kebutuhan air secara mandiri.

Persoalan di Dusun Sumber Tengah menunjukkan bahwa akses air bersih warga tidak hanya menghadapi ancaman musim kemarau.

Gangguan teknis pada infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik untuk sumur bor, dapat sewaktu-waktu memutus sumber air yang menjadi tumpuan 102 KK.

Karena itu, pemulihan kWh meter dan operasional sumur bor menjadi kebutuhan mendesak agar warga Panduman tidak terus bergantung pada bantuan air bersih. (*)

Tags : #Kekeringan #Panduman #Krisisairbersih #BeritaJember #InfoJember #PandumanKrisisAirBersih

Ikuti Kami :

Komentar