Detail Berita
HKTI Jember Siapkan Sekolah Lapang untuk Cetak Petani Muda
Pewarta : Tamara
04 Oktober 2026
08:32
Bupati Jember Gus Fawait di acara Rapat Koordinasi bersama HKTI Jember pembetukan Sekolah Lapang Petani Muda (foto : Tamara)
JEMBER, enewsindo.co.id -Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember menyiapkan program Sekolah Lapang Petani Muda sebagai upaya memperkuat regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Ketua HKTI Kabupaten Jember H. Ponimin Tohari mengatakan program tersebut menjadi salah satu agenda utama setelah terbentuknya kepengurusan HKTI di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
"Program utama kami adalah tahap pertama Sekolah Lapang Petani Muda di Kabupaten Jember. Bukan sekolah lapang yang hanya berisi ceramah, tetapi mempertemukan petani muda, penyuluh, perguruan tinggi, pemerintah, perbankan, perusahaan, poktan, gapoktan, dan pasar," kata Ponimin di Jember, Sabtu Malam 3 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelantikan 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI se-Kabupaten Jember periode 2026-2031 di Pendopo Wahyawibawagraha.
Pelantikan dilakukan Ketua HKTI Jawa Timur H. Arum Sabil dan dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait beserta jajaran pengurus HKTI serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.
Ponimin mengatakan penguatan organisasi akan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut dia, Sekolah Lapang Petani Muda tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan teknis pertanian, tetapi juga mempertemukan petani dengan berbagai pihak yang memiliki peran dalam rantai usaha pertanian.
Pada tahap awal, HKTI Jember memfokuskan program tersebut pada komoditas padi, jagung, dan tembakau Na-Oogst.
Komoditas padi dan jagung diarahkan untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional, sedangkan tembakau Na-Oogst dinilai perlu dijaga sebagai salah satu komoditas khas Kabupaten Jember.
"Dari Jember, kita tidak hanya membantu menjaga swasembada pangan, tetapi juga menyiapkan generasi baru petani yang akan melanjutkan industri pertanian Jember," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak HKTI memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Fawait mengatakan Kabupaten Jember secara historis merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Timur dan nasional. Saat ini, Jember kembali masuk dalam tiga besar daerah penghasil padi.
"Mudah-mudahan kolaborasi Pemda dengan HKTI bisa membuat lebih baik lagi. Termasuk bagaimana kita mengakses program-program dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi," katanya.
Ia mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian Jember dalam dua tahun terakhir cukup besar. Berdasarkan data yang disampaikannya, anggaran sektor pertanian Kabupaten Jember pada 2025-2026 mencapai lebih dari Rp300 miliar.
"Ini bentuk konkret perhatian dan keberpihakan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Pusat kepada sektor pertanian," ujarnya.
Menurut Fawait, dukungan kepada petani tidak hanya diberikan melalui program yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Program Universal Health Coverage (UHC), Home Care, serta rencana peluncuran Mobil Cinta diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan yang sebagian besar bekerja sebagai petani.
Di bidang pendidikan, Pemkab Jember juga memberikan beasiswa dan melakukan revitalisasi sekolah. Fawait menyebut sebagian penerima beasiswa merupakan anak petani.
Ia berharap HKTI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan antara pemerintah, petani, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.
Fawait juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat untuk membuka akses terhadap berbagai program pengembangan pertanian.
"Intinya, insyaallah sinergi junior-senior ini akan membawa Jember Baru, Jember Maju," kata Fawait. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hiburan
Jaka Sopan Bondowoso Dibanjiri 50 Ribu Peserta
4 Oktober 2026
13:23
Hukum & Politik
Rumah Produksi Kotak Cerutu di Jember Terbakar, Kerugian Masih Didata
4 Oktober 2026
11:30
Hukum & Politik
HKTI Jember Siapkan Sekolah Lapang untuk Cetak Petani Muda
4 Oktober 2026
08:32
Ekonomi & Bisnis
Deputi Kementerian UMKM Dorong Santri dan Generasi Muda Bondowoso Jadi Wirausahawan
4 Oktober 2026
07:03
Advertorial
Dolmen Duplang, Jejak Batu yang Menyimpan Cerita Panjang Jember
3 Oktober 2026
19:07