Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Deputi Kementerian UMKM Dorong Santri dan Generasi Muda Bondowoso Jadi Wirausahawan

Pewarta : Eko

04 Oktober 2026

07:03

M. Riza Damanik deputi UMKM didampingi Ustat Ponpes Al-Islah Bondowoso di acara Tafsir Jalalen "Tambhena Ate" (foto : Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Generasi muda di Kabupaten Bondowoso didorong tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS). Mereka juga diharapkan berani menekuni dunia usaha dan menjadi wirausahawan.

Dorongan tersebut disampaikan Deputi Kementerian UMKM Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik saat menghadiri pengajian bulanan Tafsir Jalalain "Tambhena Ate" di Masjid Kembar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah Bondowoso, Sabtu 3 Oktober 2026 malam.

Riza mengatakan, kewirausahaan menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, generasi muda, termasuk santri, pelajar, dan mahasiswa, perlu mulai membangun pola pikir sebagai seorang entrepreneur.

“Jangan fokus menjadi ASN atau PNS saja,” kata Riza.

Dia mencontohkan sejumlah negara maju yang memiliki jumlah wirausahawan cukup besar. Salah satunya Singapura. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, tingkat kewirausahaan di Indonesia saat ini masih berada di angka sekitar 3,29 persen. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan jumlah pelaku usaha, terutama dari kalangan generasi muda.

Riza juga memperkenalkan aplikasi "Sapa UMKM" yang diluncurkan Kementerian UMKM. Aplikasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Silakan HP atau smartphone dimanfaatkan untuk usaha atau mencari uang,” ujarnya.

Menurut Riza, pengembangan UMKM saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kementerian. Sebanyak 18 kementerian bersinergi untuk mendorong kemajuan UMKM di Indonesia.

Aplikasi Sapa UMKM, lanjut dia, memuat berbagai informasi dan layanan yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Di antaranya penjualan produk, akses ke ritel modern, inovasi teknologi, dan berbagai dukungan lainnya.

Di sisi lain, Pimpinan Ponpes Al-Islah Gus Thoha menegaskan bahwa ajaran Islam bersifat universal. Islam, kata dia, tidak hanya mengatur persoalan ibadah dan ritual, tetapi juga mengajarkan umatnya untuk mandiri serta berdaya secara ekonomi.

“Islam bukan hanya bicara soal sajadah atau ritual. Islam juga mengajarkan cara usaha dan bekerja untuk mencari ekonomi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” tuturnya.

Gus Thoha mendorong para santri agar kreatif dan memiliki semangat berwirausaha. Menurut dia, kemandirian ekonomi penting bagi umat Islam.

“Bagaimana membayar zakat kalau tidak punya uang?” katanya.

Dia menambahkan, umat Islam diperbolehkan memiliki kekayaan selama diperoleh dengan cara yang baik. Selain menjadi pengusaha, umat Islam juga dapat berkiprah di berbagai bidang, termasuk politik, pemerintahan, TNI, maupun Polri.

Sementara itu, Ustaz Habibie yang mengulas Tafsir Jalalain, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 282, menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengatur berbagai aspek kehidupan.

Menurut dia, salah satu contohnya adalah aturan mengenai utang-piutang yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 282. Ayat tersebut menjadi pedoman agar transaksi utang-piutang dilakukan dengan jelas dan tertib.

“Islam mengajarkan agar seorang muslim meringankan beban orang lain,” pungkasnya. (*)

Tags : #DeputiUMKM #PonpesAl-IslahBondowoso #TafsirJalalen #TambhenaAte #BeritaBondowoso #InfoBondowoso #enewsindoBondowoso

Ikuti Kami :

Komentar