Detail Berita
Mahasiswa Kedokteran Unej Disiapkan Hadapi Situasi Darurat, Bukan Cuma Soal Medis
Pewarta : Tamara
03 Oktober 2026
18:09
30 Mahasiswa UNEJ belajar kebencanaan dari BPBD (foto : Tamara)
JEMBER, enewsindo.co.id -Menangani korban bencana bukan hanya soal kemampuan medis. Ketika kondisi darurat terjadi, ketersediaan obat, makanan, peralatan medis, hingga distribusi bantuan juga menjadi persoalan krusial.
Hal itu yang dipelajari sekitar 30 anggota Tim Bantuan Medis (TBM) Vertex Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej).
Mereka mendapat pembekalan langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terkait logistik kebencanaan dan manajemen pergudangan.
Pelatihan dikemas melalui Inhouse Training di Ruang Kuliah 1 Lantai 2 Gedung Student Center FK Unej, Sabtu 3 Oktober 2026 siang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Zughrinada Wahyudi Hidayat mengatakan, keterlibatan mahasiswa kedokteran dalam situasi bencana membutuhkan pemahaman yang lebih luas. Sebab, kebutuhan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis.
“Pemahaman tentang logistik kebencanaan penting dimiliki oleh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Pengelolaan yang baik diperlukan mulai dari penerimaan, penyimpanan, pencatatan hingga pendistribusian bantuan,” kata Zughrinada.
Dalam kondisi bencana, persoalan logistik bisa menjadi tantangan tersendiri. Bantuan yang tersedia harus dicatat, disimpan dan didistribusikan sesuai kebutuhan. Kesalahan pengelolaan dapat berdampak pada keterlambatan bantuan di lokasi terdampak.
Karena itu, BPBD Jember membekali anggota TBM Vertex dengan materi dasar logistik kebencanaan sekaligus tata kelola pergudangan. Materi disampaikan Nanang Ahmad Fauzi dan M. Agus Shofarudin.
Peserta juga diajak membahas pengalaman penanganan logistik dalam situasi darurat. Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dengan narasumber.
Zughrinada berharap pembekalan tersebut membuat anggota TBM Vertex memiliki gambaran lebih utuh mengenai operasi penanggulangan bencana.
“Kami berharap peserta memahami prinsip dasar pengelolaan logistik kebencanaan sehingga dapat mendukung penanganan bencana secara lebih terkoordinasi ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan materi berlangsung mulai sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi pada pukul 10.45 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Dolmen Duplang, Jejak Batu yang Menyimpan Cerita Panjang Jember
3 Oktober 2026
19:07
Advertorial
Bali Jadi Etalase, PTPN I Perkenalkan Cerutu Deli Nusantara dan Golden Djawa
3 Oktober 2026
18:46
Hukum & Politik
Kakek Pergoki Cucu Jadi Korban, Pria di Sampang Ditangkap Polisi
3 Oktober 2026
18:35
Pendidikan & Teknologi
Mahasiswa Kedokteran Unej Disiapkan Hadapi Situasi Darurat, Bukan Cuma Soal Medis
3 Oktober 2026
18:09
Hukum & Politik
Petani 72 Tahun Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing
3 Oktober 2026
17:48