Detail Berita
Dolmen Duplang, Jejak Batu yang Menyimpan Cerita Panjang Jember
Pewarta : Andre
03 Oktober 2026
19:07
Kubur Dolmen Duplang Kamal di Kecamatan Arjasa (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Sebuah meja batu berdiri di Dusun Duplang, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Bentuknya sederhana. Sebuah batu lebar menjadi bagian atas, sementara empat batu lain menopangnya dari bawah.
Namun, kesederhanaan itu menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada yang tampak. Warga sekitarenyebut "Kubur Dolmen Duplang Kamal". Peninggalan ini yang merekam jejak perjalanan kebudayaan di Jember.
Dolmen tersebut bukan sekadar susunan batu tua. Ia menjadi bagian dari catatan tentang bagaimana masyarakat pada masa lampau membangun tradisi, mengenal teknologi, serta meninggalkan jejak kebudayaannya untuk generasi setelahnya.
Secara fisik, bagian atas dolmen dibuat dari batu breksi. Empat batu andesit menopangnya sebagai kaki. Struktur sederhana itu menjadi bagian dari lanskap budaya kawasan Duplang yang berada di lereng Pegunungan Iyang.
Di balik bentuknya yang menyerupai meja, tersimpan persoalan sejarah yang menarik. Dolmen selama ini kerap dikaitkan dengan tradisi megalitik masyarakat prasejarah. Namun, hasil uji karbon terhadap Kubur Dolmen Duplang Kamal menunjukkan data kronologi yang berasal dari Masa Klasik.
Temuan tersebut membuka gambaran lain mengenai perjalanan kebudayaan di wilayah Jember. Ada kemungkinan jejak tradisi tidak berhenti pada satu masa, melainkan berlanjut dan mengalami perubahan seiring perkembangan masyarakat.
Dengan kata lain, batu-batu itu tidak hanya berbicara tentang masa prasejarah. Ia juga menyimpan petunjuk mengenai keberlanjutan budaya hingga Masa Klasik.
Nilai penting Kubur Dolmen Duplang Kamal tidak berhenti pada persoalan usia. Dari sisi ilmu pengetahuan, situs ini juga memiliki nilai karena ditemukan teknik pengerjaan hibrid semu.
Temuan tersebut menjadi gambaran mengenai perkembangan teknologi yang telah dikenal masyarakat Jember pada Masa Klasik.
Bagi peneliti, setiap bentuk pengerjaan pada tinggalan masa lalu dapat menjadi petunjuk untuk memahami kemampuan dan pengetahuan masyarakat pada zamannya.
Bagi generasi sekarang, dolmen tersebut dapat menjadi ruang belajar yang tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Pelajar dan mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana masyarakat masa lalu meninggalkan jejak kebudayaan.
Dari sana, sejarah tidak lagi sekadar rangkaian angka tahun dan nama masa, tetapi menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan dipahami melalui peninggalan yang masih bertahan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember Regar Jeane mengatakan, penetapan dolmen sebagai cagar budaya merupakan bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Jember.
“Penetapan Kubur Dolmen Duplang Kamal sebagai cagar budaya bukan hanya memberikan perlindungan terhadap tinggalan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai sejarah dan kebudayaan Jember kepada generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Regar saat berkunjung.
Menurut Regar, keberadaan situs tersebut perlu dirawat sekaligus terus dikaji. Dengan demikian, informasi yang terkandung di dalamnya dapat terus berkembang dan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan maupun kebudayaan.
“Kami berharap keberadaan situs ini dapat terus dirawat, dikaji, dan dimanfaatkan sebagai sumber edukasi sekaligus potensi wisata sejarah,” katanya.
Kawasan Duplang sendiri telah dikenal sebagai salah satu kawasan yang menyimpan peninggalan masa lalu. Kehadiran Kubur Dolmen Duplang Kamal menambah kekayaan tinggalan budaya yang dapat menggambarkan perjalanan panjang masyarakat di wilayah Jember. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Dolmen Duplang, Jejak Batu yang Menyimpan Cerita Panjang Jember
3 Oktober 2026
19:07
Advertorial
Bali Jadi Etalase, PTPN I Perkenalkan Cerutu Deli Nusantara dan Golden Djawa
3 Oktober 2026
18:46
Hukum & Politik
Kakek Pergoki Cucu Jadi Korban, Pria di Sampang Ditangkap Polisi
3 Oktober 2026
18:35
Hukum & Politik
Petani 72 Tahun Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing
3 Oktober 2026
17:48
Hukum & Politik
Dr. Yasatulo Lase Pimpin PDNI Kepulauan Nias, Dorong Kontribusi Akademisi untuk Pembangunan
3 Oktober 2026
17:02