Detail Berita
Bali Jadi Etalase, PTPN I Perkenalkan Cerutu Deli Nusantara dan Golden Djawa
Pewarta : Andre
03 Oktober 2026
18:46
PTPN I pada Indonesian Cigar Festival 2026 di Bali (foto : Humas PTPN I untuk enewsindo)
DENPASAR, enewsindo.co.id - PT Perkebunan Nusantara I (Persero) tidak hanya mengandalkan penjualan komoditas tembakau sebagai bahan baku. Perusahaan mulai memperkuat hilirisasi dengan mengembangkan tembakau menjadi produk cerutu bernilai tambah.
Strategi tersebut terlihat dalam keikutsertaan PTPN I pada Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 di Bali. Dalam ajang tersebut, PTPN I memperkenalkan dua produk cerutu, yakni Deli Nusantara dan Golden Djawa.
Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman mengatakan pengembangan produk hilir menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
“PTPN I akan selalu berinovasi terkait produk-produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan segmen pasar, sehingga ke depan dapat semakin diterima oleh konsumen,” kata Arif, Jumat 3 Oktober 2026.
Deli Nusantara merupakan produk cerutu yang menggunakan karakter tembakau Deli dari Sumatera Utara. Sementara Golden Djawa merepresentasikan tembakau dari Jawa yang diolah menjadi cerutu dengan karakter tersendiri.
Bagi PTPN I, pengolahan tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan hasil perkebunan sebagai bahan mentah. Tembakau diolah menjadi produk jadi yang memiliki identitas merek dan nilai ekonomi lebih tinggi.
Arif mengatakan pengembangan cerutu membutuhkan lebih dari sekadar bahan baku berkualitas. Konsistensi mutu, inovasi, desain kemasan, penguatan merek, serta pemahaman terhadap karakter konsumen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan produk.
“ICF ini merupakan event bertaraf nasional dan sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi event internasional. Ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk-produk cerutu dari Deli Nusantara maupun Golden Djawa,” ujarnya.
PTPN I memilih ICF 2026 di Bali sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan produk hilirnya. Karakter Bali sebagai destinasi wisata internasional dinilai memberikan akses kepada perusahaan untuk bertemu dengan konsumen dan komunitas cerutu dari berbagai negara.
“Bali merupakan destinasi para wisatawan. Melalui event ICF ini, kami ingin memperkenalkan produk cerutu PTPN Group, khususnya PTPN I, kepada para penikmat cerutu yang datang ke Bali,” kata Arif.
ICF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk. Festival tersebut juga diisi forum bisnis dan pertemuan antarpelaku industri.
Sejumlah produsen cerutu dari berbagai daerah turut berpartisipasi, antara lain Dos Hermanos dari Kudus, Taru Martani dari Yogyakarta, serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember. PTPN I sendiri membawa produk Deli Nusantara dan Golden Djawa.
Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin mengatakan Bali memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan produk cerutu Indonesia kepada konsumen internasional.
“Kami melihat peluang Bali ini bagus karena pariwisatanya high class. Dari Bali, produk Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas,” ujarnya.
Menurut dia, industri cerutu juga memiliki ekosistem ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani hingga produsen dan pasar. Industri tersebut juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai.
Di tengah persaingan industri, PTPN I melihat kualitas bahan baku hanya menjadi salah satu bagian dalam membangun produk cerutu.
Kemampuan menjaga kualitas secara konsisten, melakukan inovasi, membangun merek, dan membaca selera konsumen menjadi faktor yang turut menentukan keberlanjutan produk.
Karena itu, keikutsertaan PTPN I dalam ICF 2026 sekaligus menjadi ruang untuk melihat respons pasar terhadap produk yang dikembangkan.
“Kami berharap event ini terus berlanjut. Ini merupakan event pertama di Bali dan di Indonesia. Mudah-mudahan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk yang bisa kami kembangkan,” ujar Arif.
Melalui pengembangan Deli Nusantara dan Golden Djawa, PTPN I berupaya memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan. Tembakau tidak hanya diposisikan sebagai hasil produksi, tetapi diolah menjadi produk cerutu yang membawa karakter dan identitas perkebunan Indonesia ke pasar yang lebih luas. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Dolmen Duplang, Jejak Batu yang Menyimpan Cerita Panjang Jember
3 Oktober 2026
19:07
Advertorial
Bali Jadi Etalase, PTPN I Perkenalkan Cerutu Deli Nusantara dan Golden Djawa
3 Oktober 2026
18:46
Hukum & Politik
Kakek Pergoki Cucu Jadi Korban, Pria di Sampang Ditangkap Polisi
3 Oktober 2026
18:35
Hukum & Politik
Petani 72 Tahun Tewas Dipukul Linggis di Kandang Kambing
3 Oktober 2026
17:48
Hukum & Politik
Dr. Yasatulo Lase Pimpin PDNI Kepulauan Nias, Dorong Kontribusi Akademisi untuk Pembangunan
3 Oktober 2026
17:02