Detail Berita
Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan, Perhutani Jember Siapkan Tim 24 Jam
Pewarta : Evelyne
08 September 2026
17:59
Wakil Administratur atau KSKPH Jember Selatan Suyono saat memberi keterangan kepada enewsindo (foto : Evelyne )
JEMBER, enewsindo.co.id - Kebakaran hutan di Kabupaten Jember tak hanya mengancam kawasan hutan selama musim kemarau. Kerusakan tutupan vegetasi akibat kebakaran juga dikhawatirkan meningkatkan risiko longsor dan banjir ketika musim hujan tiba.
Wakil Administratur KSKPH Jember Selatan, Suyono, mengatakan kondisi hutan perlu dijaga menjelang perubahan musim. Menurut dia, vegetasi memiliki peran penting dalam menahan material tanah dan bebatuan ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.
"Hutan yang terbakar menyebabkan material seperti tanah dan bebatuan tidak memiliki penghambat. Ketika hujan deras, material itu lebih mudah bergerak," kata Suyono, Selasa, 8 September 2026.
Karena itu, Perhutani bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember memperketat pencegahan kebakaran. Pemantauan titik api dilakukan menggunakan sistem Sipongi. Setiap indikasi kebakaran akan ditindaklanjuti tim di lapangan.
Dalam satu hingga dua bulan terakhir, tercatat tiga kejadian kebakaran. Dua kejadian terjadi di Wuluhan dan satu lainnya di hutan wilayah Ambulu. Api dapat dikendalikan sebelum meluas.
Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana.Petugas antara lain memanfaatkan ranting basah dan membuat ilaran untuk menghambat pergerakan api.
Suyono mengatakan pencegahan tidak hanya mengandalkan petugas. Perhutani melakukan sosialisasi kepada penggarap, Pesanggem, petani hutan, hingga masyarakat yang melintas di kawasan hutan.
Warga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Misalnya, ketika membuat kopi di kawasan hutan. Masyarakat juga diimbau tidak membawa korek api atau rokok saat memasuki kawasan hutan lindung.
Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan di sejumlah wilayah, termasuk Ambulu dan Wuluhan. Petugas juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada warga saat melakukan patroli malam.
Di sisi lain, Perhutani menyiagakan pasukan Mobiling selama 24 jam. Kendaraan Hilux yang dilengkapi bak penampungan air dan mesin pemadam disiapkan untuk menjangkau lokasi yang masih dapat dilalui kendaraan.
BPBD Jember juga menyiapkan delapan posko penanggulangan bencana. Tujuh posko berada di sejumlah wilayah dan satu posko berada di kantor BPBD Jember. Setiap posko diperkuat sekitar 20 personel yang bersiaga selama 24 jam.
Menurut Suyono, petugas di posko juga berkoordinasi dengan Manggala Agni, relawan, dan BPBD setempat ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan lebih besar.
Selain kebakaran, Perhutani mengingatkan masyarakat mengenai ancaman penebangan pohon tanpa izin. Penebangan yang tidak terkendali dapat mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan dan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
Perhutani memiliki pengaturan mengenai ritme dan pola penebangan, baik dalam jangka panjang maupun pendek. Pohon di sekitar aliran sungai juga tidak diperbolehkan ditebang karena berfungsi menjaga kestabilan tanah.
Suyono berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu panjang sehingga hutan dapat kembali hijau sebelum curah hujan meningkat.
"Kami berharap Jember tetap kondusif dan hutan tetap terjaga. Jangan sampai kebakaran terjadi secara masif karena dampaknya bisa dirasakan saat musim hujan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak mengambil kayu atau menebang pohon di kawasan hutan tanpa izin. Menurut dia, kerusakan hutan akibat aktivitas manusia dapat memperbesar risiko bencana, termasuk banjir bandang seperti yang pernah terjadi di Jember pada sekitar 2005-2006. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan, Perhutani Jember Siapkan Tim 24 Jam
8 September 2026
17:59
Hukum & Politik
Adu Taktik di Atas Meja, Kodim 0824/Jember Gelar Lomba Domino
8 September 2026
16:30
Hukum & Politik
Truk Tangki Dikerahkan, Sampang Salurkan Sejuta Air Bersih ke Wilayah Kekeringan
7 September 2026
18:08
Hukum & Politik
Pj Sekda Nias Selatan Pimpin Rakor, Sinkronisasi Program Jadi Fokus
7 September 2026
17:31
Hukum & Politik
Perhutani Bondowoso Bagikan 150 Bibit Buah kepada Pengguna Jalan
7 September 2026
17:24