Detail Berita
Bupati Jember Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini, Dorong Pelajar Raih Pendidikan Setinggi Mungkin
Pewarta : Evelyne
20 Juli 2026
15:22
Bupati Jember Gus Fawait saat berdialog dengan siswa Siswi SMP Se Jember (foto : Evelyne )
JEMBER, enewsindo.co.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk meningkatkan derajat hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Karena itu, ia mengajak para pelajar di Kabupaten Jember untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi dan tidak tergoda melakukan pernikahan dini.
Dalam dialog bersama siswa dari sejumlah SMP di Jember, Gus Fawait menekankan bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Menurutnya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama selama memiliki kemauan untuk belajar.
"Jangan pernah berhenti bermimpi. Teruslah sekolah sampai kuliah, bahkan kalau bisa lanjut S2 dan S3. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan," kata Gus Fawait.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa. Tahun lalu, lebih dari 7.000 mahasiswa asal Jember menerima bantuan pendidikan.
Sementara tahun ini, sebanyak 4.000 anak kembali disiapkan sebagai penerima beasiswa, baik melalui jalur prestasi akademik maupun nonakademik serta bagi keluarga kurang mampu.
Gus Fawait juga membagikan pengalaman pendidikannya. Ia merupakan lulusan Universitas Airlangga untuk jenjang sarjana dan doktor, serta menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada.
Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Gus Fawait mengingatkan bahaya pernikahan dini yang dinilai masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting serta kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.
Direktur RSD dr. Soebandi, dr. Nyoman, menjelaskan bahwa usia ideal perempuan untuk hamil berada pada rentang 21 hingga 35 tahun. Kehamilan pada usia terlalu muda berisiko menimbulkan berbagai komplikasi bagi ibu maupun bayi, termasuk meningkatkan potensi stunting.
"Pernikahan dini bukan hanya soal boleh atau tidak, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik, mental, dan masa depan anak," ujar dr. Nyoman.
Gus Fawait pun berpesan agar para pelajar tidak mengorbankan cita-cita demi menikah di usia muda. Menurutnya, cinta yang sehat akan memberikan ruang bagi pasangan untuk menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu.
"Kalau benar-benar sayang, tunggulah sampai pasangan selesai sekolah. Raihlah pendidikan setinggi mungkin agar masa depan lebih baik," tegasnya.
Dialog tersebut diikuti pelajar dari berbagai SMP di Jember, di antaranya SMPN 1 Pakusari, SMP Safa Marwah, SMP Al-Multazam, SMP Ibu, dan SMP Nidomia. Sejumlah siswa juga menyampaikan cita-citanya, mulai dari menjadi dokter, polisi, hingga prajurit TNI.
Salah seorang siswi, Kanza dari SMP Safa Marwah, bahkan mampu menjelaskan pengertian stunting sebagai gangguan pertumbuhan yang tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kualitas tumbuh kembang anak. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kapolres Nias Selatan Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
20 Juli 2026
21:28
Hukum & Politik
Bupati Fawait Rangkul Kiai, Santri Jember Disiapkan Beasiswa hingga Timur Tengah
20 Juli 2026
21:14
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 17 Tersangka Kasus Persetubuhan Anak, 10 Orang Masih Diburu
20 Juli 2026
18:48
Hukum & Politik
Bupati Fawait Perkuat Program Pro-Rakyat, Home Care 50 Armada Meluncur 24 Juli
20 Juli 2026
18:41
Hukum & Politik
Ketua DPC PJS Nias Selatan Sambut Kapolres Baru, Harap Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
20 Juli 2026
18:17