Detail Berita
Polri dan Masyarakat Bersatu di Taman Blambangan, Wayang Kulit Sampaikan Pesan Kebangsaan
Pewarta : Hakim Said
15 Juni 2026
07:53
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang membuka wayang kulit di Blambangan (foto : Hakim Said)
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Suasana Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (13/6/2026) malam, dipenuhi ribuan warga yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan yang digelar Polresta Banyuwangi tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat serta upaya melestarikan budaya tradisional.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon Pandawa Mbangun Praja. Kisah yang mengangkat nilai kepemimpinan, pengabdian, dan keadilan itu sukses memikat perhatian masyarakat yang memadati area pertunjukan hingga larut malam.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolda Jawa Timur , Bupati Banyuwangi , Wakil Bupati Banyuwangi , Kapolresta Banyuwangi , Ketua DPRD Banyuwangi , jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan yang sarat pesan moral dan kebangsaan.
Menurut dia, esensi lakon Pandawa Mbangun Praja memiliki makna yang sangat relevan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dan tema besar Polri saat ini, yakni Polri untuk Masyarakat.
“Esensi dari lakon Pandawa Mbangun Praja ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, tokoh Pandawa menggambarkan pemimpin yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan pengabdian kepada rakyat. Nilai tersebut, kata dia, menjadi cerminan semangat Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri untuk Masyarakat. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan,” katanya.
Ia menambahkan, filosofi dalam lakon tersebut juga sejalan dengan program Semangat Jogo Jawa Timur, yang mengedepankan kolaborasi antara aparat, ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan.
“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun praja, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks, serta intoleransi,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang dinilai mampu mempererat kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Menurut Ipuk, di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan budaya seperti wayang kulit tetap memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan kepada generasi muda.
“Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat yang memadati Taman Blambangan menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di sisi lain, momentum tersebut juga menunjukkan kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, serta keberagaman di Banyuwangi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
SPMB Banyuwangi Disorot, Cabdindik: Kami Tak Punya Kewenangan
30 Juli 2026
21:57
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Jadikan Hasil Uji Struktur Istana Rakyat Dasar Pengambilan Keputusan
30 Juli 2026
17:31
Ekonomi & Bisnis
Teh Rancabali PTPN I Dilirik Media Amerika, Kisah Perkebunan Indonesia Siap Mendunia
30 Juli 2026
17:25
Ekonomi & Bisnis
PT Mitratani Dua Tujuh Rayakan HUT Ke-31, Perkuat Fondasi dan Inovasi Menuju Agroindustri Berdaya Saing
30 Juli 2026
17:02
Hukum & Politik
Home Care Jember Wujudkan Asta Cita Prabowo, Gus Fawait : Layanan Kesehatan Harus Hadir hingga Rumah Warga
30 Juli 2026
00:20