Detail Berita
Hilinawalo Fau, Menjaga Warisan Leluhur di Jantung Nias Selatan
Pewarta : Adil
12 Juni 2026
08:40
Desa Hilinawalo Fau (foto : Istimewa)
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Di atas hamparan perbukitan Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, berdiri sebuah desa yang seolah tak pernah kehilangan jejak masa lalunya. Desa Hilinawalo Fau, yang berjarak sekitar 45 menit perjalanan dari Telukdalam, masih mempertahankan wajah asli peradaban Nias yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Memasuki kawasan desa, pengunjung akan disambut deretan rumah adat Omo Hada yang berdiri kokoh. Bangunan kayu berusia ratusan tahun itu menjadi simbol ketangguhan arsitektur tradisional Nias. Dibangun tanpa menggunakan paku, rumah-rumah adat tersebut tetap bertahan menghadapi perubahan zaman sekaligus menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Di desa ini, budaya tidak hanya tersimpan dalam bangunan atau cerita para tetua. Budaya hadir dalam kehidupan sehari-hari warga.
Salah satu warisan yang masih lestari adalah tradisi lompat batu atau fahombo. Atraksi budaya yang telah dikenal hingga mancanegara itu menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Nias. Bagi wisatawan yang berkunjung, menyaksikan para pemuda melompati tumpukan batu tinggi bukan sekadar hiburan, melainkan kesempatan untuk memahami nilai keberanian, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Selain kekayaan budaya, Hilinawalo Fau juga menawarkan pesona alam yang masih terjaga.
Di salah satu kawasan desa terdapat Gua Kelelawar yang menjadi tujuan para pencinta wisata petualangan. Suasana alami di dalam gua menghadirkan pengalaman eksplorasi yang berbeda, sekaligus memperlihatkan kekayaan bentang alam yang dimiliki wilayah tersebut.
Tak jauh dari lokasi itu mengalir Sungai Sihugu-Hugu dengan air yang jernih dan lingkungan yang masih asri. Aliran sungai yang membelah kawasan pedesaan menjadi tempat bagi pengunjung untuk menikmati kesegaran alam sambil merasakan ketenangan yang semakin sulit ditemukan di tengah kehidupan perkotaan.
Bagi masyarakat Hilinawalo Fau, menjaga alam dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Kedua hal tersebut menjadi warisan yang harus dipelihara agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Keramahan masyarakat juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga desa dikenal terbuka terhadap para tamu yang datang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehangatan sambutan tersebut memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi pengunjung yang ingin mengenal kehidupan masyarakat Nias dari dekat.
Untuk mendukung aktivitas pariwisata, sejumlah homestay telah disediakan oleh warga. Wisatawan dapat merasakan suasana tinggal di lingkungan pedesaan yang masih kental dengan tradisi lokal, sekaligus menikmati aneka kuliner khas Nias yang diolah dari bahan-bahan setempat.
Potensi yang dimiliki Hilinawalo Fau menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak selalu harus bertumpu pada pembangunan modern. Desa ini justru menawarkan kekuatan pada keaslian budaya, kelestarian alam, dan kehidupan masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai tradisional.
Di tengah arus perubahan yang terus bergerak, Hilinawalo Fau menjadi contoh bagaimana sebuah desa mampu mempertahankan identitasnya sekaligus membuka diri bagi dunia luar. Rumah adat yang tetap berdiri kokoh, tradisi lompat batu yang terus diwariskan, serta alam yang masih terjaga menjadi bukti bahwa warisan leluhur dapat hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata.
Bagi Nias Selatan, Hilinawalo Fau bukan sekadar destinasi wisata. Desa ini adalah ruang hidup yang menyimpan sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakatnya. Sebuah warisan yang tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Komentar
Berita Terbaru
Advertorial
Hilinawalo Fau, Menjaga Warisan Leluhur di Jantung Nias Selatan
12 Juni 2026
08:40
Hukum & Politik
Banyuwangi Jadi Basis Perdana Santai Seaplane di Indonesia, Tawarkan Wisata Udara Premium
11 Juni 2026
20:48
Hukum & Politik
Warga Bakungan Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Cuan
11 Juni 2026
20:32
Hukum & Politik
Kemendagri Beri Sinyal Positif, Banyuwangi Dinilai Siap Gelar Pilkades dengan e-Voting
11 Juni 2026
20:19
Hukum & Politik
Pemkab Sampang Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, Kuota SD Masih Kurang Peminat
11 Juni 2026
20:00