Detail Berita
Hujan Datang, Halaman Sekolah Berubah Kubangan, SMAN 1 Teluk Dalam Menanti Perhatian Pemda
Pewarta : Adil
10 Juni 2026
12:47
Kondisi Halaman SMAN 1 Teluk Dalam (
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Bel berbunyi menandai dimulainya kegiatan belajar di SMAN 1 Teluk Dalam. Para siswa bergegas menuju ruang kelas. Namun, ketika hujan turun, langkah mereka tak lagi leluasa. Halaman sekolah yang seharusnya menjadi ruang aktivitas bersama berubah menjadi hamparan lumpur dan genangan air.
Sepatu yang baru dibersihkan kembali kotor. Celana seragam terciprat lumpur. Sebagian siswa memilih berjalan memutar untuk menghindari kubangan, sementara yang lain terpaksa melangkah hati-hati agar tidak terpeleset.
Pemandangan itu sudah menjadi rutinitas yang dirasakan warga SMAN 1 Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, setiap kali musim hujan datang.
"Kalau hujan, halaman langsung menjadi kubangan. Anak-anak kesulitan berjalan dan kegiatan sekolah sering terganggu," tutur seorang wali murid.
Halaman sekolah yang masih berupa tanah menjadi persoalan yang belum terselesaikan selama bertahun-tahun. Ketika cuaca cerah, debu beterbangan. Sebaliknya, saat hujan mengguyur, area tersebut berubah menjadi becek dan berlumpur.
Kondisi itu tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga memengaruhi berbagai kegiatan sekolah. Upacara bendera, olahraga, hingga aktivitas luar ruangan kerap terkendala karena halaman tidak dapat digunakan secara optimal.
Kepala SMAN 1 Teluk Dalam MR.Simanulang S.P.d M.M. mengaku pihak sekolah telah berulang kali mengusulkan pembangunan semenisasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. Namun, hingga kini harapan tersebut belum juga terwujud.
"Sebagai sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Nias Selatan, kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian. Semenisasi halaman sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan siswa," ujarnya.
Bagi komite sekolah, persoalan ini bukan semata soal penampilan lingkungan sekolah. Ada aspek keselamatan dan kesehatan yang juga menjadi perhatian. Genangan air yang bertahan lama berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Di tengah keterbatasan yang ada, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tetap mengajar, sementara para siswa tetap datang ke sekolah dengan semangat menuntut ilmu. Namun, mereka berharap suatu saat nanti tidak lagi harus berhadapan dengan lumpur setiap kali hujan turun.
Harapan itu sebenarnya sederhana. Bukan bangunan megah atau fasilitas mewah. Warga sekolah hanya menginginkan halaman yang layak, bersih, dan aman untuk dilalui.
"Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya ingin anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan memiliki lingkungan sekolah yang lebih baik," kata perwakilan komite sekolah.
Kini, harapan tersebut tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Warga sekolah berharap semenisasi halaman SMAN 1 Teluk Dalam dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan pendidikan, sehingga para siswa tidak lagi harus menapaki lumpur untuk meraih cita-cita mereka. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Tingkatkan Integritas dan Pelayanan Publik
10 Juni 2026
14:50
Hukum & Politik
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Samsat Nias Selatan Kenalkan Kemudahan Bayar Pajak
10 Juni 2026
14:41
Hukum & Politik
Delapan Hari Simpan Mayat di Rumah Kosong, Pelaku Pembunuhan Akhirnya Tertangkap
10 Juni 2026
14:23
Hukum & Politik
Kerangka Manusia Ditemukan di Bukit Plalangan, Diduga Warga yang Hilang Sejak April
10 Juni 2026
12:55
Hukum & Politik
Petugas Pengairan Meninggal Diduga Tenggelam di Sungai Kambang Puger
10 Juni 2026
12:53