Detail Berita

Hukum & Politik

Viral Main Game Saat Rapat DPRD Jember, Gus Syahri Minta Maaf "Saya Khilaf"

Pewarta : Redaksi

15 Mei 2026

12:23

Anggota DPRD jember syahroni (Foto: Istimewa)

JEMBER, enewsindo.co.id - Video anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, bermain game saat rapat resmi DPRD viral di media sosial. Legislator Fraksi Gerindra yang akrab disapa Gus Syahri itu kini menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat.

Dalam video yang beredar, Gus Syahri terlihat memainkan ponsel diduga game Clash of Clans (CoC) sambil merokok ketika rapat berlangsung. Peristiwa itu terjadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut membahas persoalan layanan kesehatan masyarakat hingga penanganan stunting di Kabupaten Jember. Sejumlah pihak hadir dalam forum itu, mulai dari Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan hingga kepala puskesmas se-Jember.

Usai videonya viral dan menuai kritik publik, Gus Syahri akhirnya buka suara. Ia mengakui tindakannya sebagai sebuah kekhilafan.

“Saya sadar apa yang saya lakukan. Saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya,” kata Syahri, Kamis (14/5/2026).

Syahri juga meminta maaf kepada masyarakat Jember yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat. Tak hanya itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Partai Gerindra.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jember. Saya juga meminta maaf kepada Ketua Umum dan jajaran pimpinan partai atas perilaku yang tidak etis tersebut,” ujarnya.

Politikus muda itu mengaku siap menerima sanksi atas tindakannya, baik dari internal partai maupun DPRD Jember.

“Saya siap mendapatkan sanksi, baik dari pihak internal partai maupun dari lembaga DPRD kabupaten,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Jember juga telah angkat bicara terkait polemik tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan persoalan itu akan diproses melalui mekanisme etik DPRD.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Ini akan diproses karena menyangkut etika lembaga DPRD,” kata Halim.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu kritik terkait etika anggota dewan saat menjalankan tugas dalam forum resmi. (*)


Tags : #infojember #fyp #DPRD

Ikuti Kami :

Komentar