Detail Berita
Viral Penilaian Juri LCC Empat Pilar MPR Kalbar Diprotes, MPR RI Lakukan Evaluasi
Pewarta : Redaksi
12 Mei 2026
15:54
Peserta Final LCC Empat Pilar Kalbar saat mengikuti sesi rebutan jawaban yang memicu polemik penilaian dewan juri. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai polemik usai muncul protes terkait penilaian dewan juri dalam sesi rebutan jawaban.
Peristiwa itu terjadi saat final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), dan diikuti tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Situasi memanas ketika muncul pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab pertanyaan tersebut. Namun jawaban mereka dianggap kurang tepat oleh dewan juri sehingga nilainya dikurangi.
Pertanyaan kemudian dialihkan ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban itu dinilai benar dan mendapat poin penuh dari juri.
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh Regu C karena merasa jawaban yang mereka sampaikan tidak berbeda dengan jawaban Regu B.
Protes peserta sempat disampaikan langsung di arena lomba dan menjadi perhatian audiens yang menyaksikan jalannya final.
Potongan video kejadian itu kemudian viral di media sosial dan memicu beragam komentar dari warganet. Banyak pihak mempertanyakan konsistensi penilaian dewan juri serta meminta evaluasi terhadap pelaksanaan lomba tingkat provinsi tersebut.
Meski polemik terjadi, hasil akhir perlombaan tetap menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai juara karena unggul dalam perolehan total nilai.
Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretariat Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyatakan tengah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian dalam sesi final tersebut.
“Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba,” ujar Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah seperti dikutip dari nasional.kompas.com.
MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penilaian dan sistem verifikasi jawaban peserta dalam pelaksanaan lomba serupa di masa mendatang.
Menurut MPR, evaluasi diperlukan agar kegiatan pendidikan kebangsaan dapat berjalan sportif, transparan, dan akuntabel.
LCC Empat Pilar sendiri merupakan ajang pendidikan kebangsaan yang bertujuan memperkuat pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman turut menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi selama final berlangsung.
Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti insiden tersebut dan mengevaluasi kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Evaluasi menyeluruh penting dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan kebangsaan,” ujarnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kapolres dan Kajari Nias Selatan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
12 Mei 2026
20:19
Pendidikan & Teknologi
SMKN 8 Jember Hadirkan Praktisi Industri dalam Program Guru Tamu untuk Siswa RPL
12 Mei 2026
20:06
Hukum & Politik
Dinkes Jember Imbau Warga Waspadai Gejala Campak pada Anak
12 Mei 2026
19:46
Hukum & Politik
Tingginya Kasus Kekerasan di Sumbersari Jadi Perhatian Pemkab Jember
12 Mei 2026
19:32
Hukum & Politik
Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat RDP
12 Mei 2026
19:23