Detail Berita
Dinkes Jember Imbau Warga Waspadai Gejala Campak pada Anak
Pewarta : Redaksi
12 Mei 2026
19:46
Petugas kesehatan memantau kasus campak di Kabupaten Jember yang meningkat selama awal 2026 (foto: istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak setelah puluhan kasus terkonfirmasi positif sejak awal tahun 2026. Hingga awal Mei 2026, tercatat 40 kasus campak positif ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember.
Data tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5/2026). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes PPKB Jember, Rita Wahyuningsih, mengatakan peningkatan angka kasus tidak sepenuhnya merupakan temuan baru, melainkan juga hasil pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.
“Peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda,” kata Rita di hadapan anggota dewan.
Rita menjelaskan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 pihaknya mencatat 119 kasus suspek campak di berbagai wilayah Jember. Seluruh sampel kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, 40 sampel dinyatakan positif campak. Dinkes PPKB Jember kini memperketat pemantauan di wilayah dengan temuan kasus terbanyak guna mencegah potensi penularan meluas.
“Kasus positif paling banyak ditemukan di wilayah Ledokombo, kemudian Sumberjambe dan Mayang. Ini menjadi perhatian kami untuk pengawasan lebih intensif,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinkes, Puskesmas Ledokombo menjadi wilayah dengan temuan tertinggi, yakni 8 kasus positif dari 12 suspek yang diperiksa. Sementara di Sumberjambe, 5 dari 8 suspek dinyatakan positif.
Adapun di wilayah Puskesmas Mayang, seluruh sampel suspek yang diperiksa laboratorium dinyatakan positif campak, yakni 4 kasus dari 4 sampel.
Rita menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan melalui pelacakan kasus, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan imunisasi campak pada anak-anak. Menurutnya, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala campak seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, maupun mata merah,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes juga meminta masyarakat memastikan kelengkapan imunisasi dasar anak untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit menular. Pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan disebut akan terus melakukan sosialisasi di wilayah rawan penularan.
Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu tercatat 344 kasus suspek campak di Kabupaten Jember, dengan 93 kasus di antaranya dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Melihat masih ditemukannya kasus positif pada tahun ini, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan gejala campak, karena dapat menimbulkan komplikasi serius terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kapolres dan Kajari Nias Selatan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
12 Mei 2026
20:19
Pendidikan & Teknologi
SMKN 8 Jember Hadirkan Praktisi Industri dalam Program Guru Tamu untuk Siswa RPL
12 Mei 2026
20:06
Hukum & Politik
Dinkes Jember Imbau Warga Waspadai Gejala Campak pada Anak
12 Mei 2026
19:46
Hukum & Politik
Tingginya Kasus Kekerasan di Sumbersari Jadi Perhatian Pemkab Jember
12 Mei 2026
19:32
Hukum & Politik
Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat RDP
12 Mei 2026
19:23