Detail Berita
Jalan Mangli-Ambulu Kembali Rusak Usai Ditambal
Pewarta : Redaksi
11 Mei 2026
15:58
Kondisi jalan rusak di jalur provinsi Mangli-Ambulu, Jenggawah, yang dikeluhkan warga karena cepat berlubang usai hujan. (Foto: Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id -Kerusakan jalan provinsi di jalur Mangli-Ambulu kembali menuai keluhan warga karena kondisi jalan yang baru diperbaiki rusak lagi dalam waktu singkat.
Di sejumlah titik kawasan Jenggawah, permukaan jalan tampak berlubang dan dipenuhi genangan air saat hujan turun. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang melintas setiap hari di jalur tersebut.
Warga menyebut kerusakan jalan terjadi hampir merata di sepanjang jalur provinsi Mangli-Ambulu. Selain faktor cuaca, tingginya aktivitas kendaraan besar bermuatan berat disebut menjadi penyebab utama jalan cepat mengalami kerusakan.
Truk tronton pengangkut semen hingga besi diketahui rutin melintasi jalur tersebut sehingga mempercepat kerusakan aspal yang sebelumnya telah ditambal.
Fajar, warga Desa Wonojati, mengatakan kondisi jalan di sekitar Kecamatan Jenggawah sering berubah seperti aliran sungai ketika hujan deras mengguyur wilayah itu.
Menurutnya, genangan air yang bertahan cukup lama membuat tambalan jalan tidak mampu bertahan dalam kondisi baik. “Kalau hujan deras, airnya mengalir deras sampai seperti sungai kecil. Baru diperbaiki beberapa hari biasanya sudah mulai rusak lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan sebenarnya sudah cukup sering dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.Namun, kerusakan kembali muncul karena kondisi jalan yang sudah rusak parah dan terus dilintasi kendaraan berat setiap hari.
Warga pun menilai penanganan tambal sulam yang dilakukan selama ini belum mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki jalur tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang mengaku khawatir terhadap keselamatan pengendara, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun. Lubang jalan yang tertutup genangan air membuat pengendara sulit memperkirakan kondisi jalan, sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kerusakan jalan juga dinilai menghambat kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga di kawasan selatan Jember.
Warga berharap pemerintah provinsi dapat melakukan perbaikan yang lebih maksimal dan menyeluruh agar kerusakan jalan tidak terus berulang.
Mereka meminta penanganan dilakukan dengan kualitas yang lebih baik, terutama pada titik-titik yang kerap tergenang banjir saat musim hujan tiba.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
HDCI Touring ke Kediri, Mbak Wali Ajak Rider Nikmati Wisata dan Kuliner Kota Tahu
11 Mei 2026
18:37
Hukum & Politik
Polres Nias Selatan dan PLN Perkuat Sinergi Pengamanan Kelistrikan
11 Mei 2026
18:30
Hukum & Politik
Suasana Damai Iringi Kedatangan Biksu Tudong di Banyuwangi
11 Mei 2026
16:03
Hukum & Politik
Jalan Mangli-Ambulu Kembali Rusak Usai Ditambal
11 Mei 2026
15:58
Hukum & Politik
Bobby Nasution Sambut Kepala Baru LPS I, Jimmy Ardianto Siap Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
11 Mei 2026
15:40