Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Ulat Ditemukan di Menu MBG SD di Lumajang, Puluhan Paket Makanan Ditarik

Pewarta : Redaksi

08 Mei 2026

10:13

Ilustrasi menu mbg (Foto: Istimewa)

LUMAJANG, enewsindo.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Madurejo 2, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah seorang siswa menemukan ulat pada potongan ayam dalam paket makanan yang dibagikan, Kamis (7/5/2026).

Peristiwa itu sempat direkam dan videonya beredar luas di media sosial. Temuan tersebut memicu perhatian masyarakat terkait kualitas distribusi makanan dalam program MBG untuk siswa sekolah dasar.

Insiden diketahui saat paket makanan mulai dibagikan kepada siswa. Salah satu siswa bernama Memet mengaku urung menyantap makanan yang diterimanya karena pembagian langsung dihentikan setelah ada laporan soal ulat di menu ayam.

Menurut Memet, saat itu makanan baru sempat dibagikan kepada sebagian siswa kelas 4 sebelum akhirnya seluruh paket ditarik kembali oleh pihak penyedia untuk diperiksa.

“tadi cuma kelas 4 yang dibagikan, tapi tidak semua. Ada belatung jadi enggak dibagikan ke yang lain,” ujar Memet di SDN Madurejo 2, Kamis.

Pihak sekolah belum banyak memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Kepala SDN Madurejo 2, Yudik Tri Yulianto, memilih tidak berkomentar soal temuan ulat pada menu MBG yang diterima siswanya.

Diketahui, penyedia makanan program MBG di sekolah tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Berkah Berlian Jaya.

Kepala SPPG Yayasan Berkah Berlian Jaya, Jessica, mengatakan dugaan adanya ulat hanya ditemukan pada satu kotak makanan milik seorang siswa. Menurutnya, hasil pemeriksaan terhadap paket makanan lainnya tidak menemukan temuan serupa.

Jessica menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran terkait asal munculnya ulat tersebut. Dalam video yang beredar, siswa diketahui sedang berada di luar ruangan usai mengikuti kegiatan olahraga.

“Kami masih menelusuri asalnya karena saat video direkam siswa berada di luar ruangan setelah olahraga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak penyedia belum dapat memastikan apakah ulat tersebut berasal dari proses penyajian di dapur atau muncul karena faktor lain setelah makanan diterima siswa.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi, seluruh paket makanan yang sudah dikirim ke SDN Madurejo 2 langsung ditarik kembali untuk dilakukan pengecekan menyeluruh.

Sebanyak 62 paket MBG kemudian diamankan dan diperiksa ulang oleh pihak penyedia. Dari hasil evaluasi, SPPG mengklaim tidak menemukan lagi adanya ulat maupun kekurangan lain pada menu yang sama.

Kendati demikian, kejadian ini tetap menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara program MBG agar kualitas serta kebersihan makanan yang diberikan kepada siswa lebih terjaga.

Tags : #pendidikan #mbg #sekolah #fyp

Ikuti Kami :

Komentar