Detail Berita
Kontes Ternak Kediri 2026 Dongkrak Ekonomi Peternak Hingga 6 Miliar
Pewarta : Siddik
06 Mei 2026
15:37
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri , drh.Tutik Purwaningsih, M.Si, bersama undangan usai pembukaan kontes ternak tahun 2026 Kabupaten Kediri (Foto : Siddik)
KABUPATEN KEDIRI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar Kontes Ternak Sapi Potong 2026 sebagai upaya mendorong pemulihan sektor peternakan sekaligus meningkatkan daya saing ternak lokal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih, M.Si, di Kediri, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan peternakan berbasis edukasi dan penguatan pasar.
“Ini momentum kebangkitan sektor peternakan. Kami tidak hanya menampilkan ternak unggulan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran serta peluang ekonomi bagi peternak,” katanya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, kontes ternak ini merupakan yang pertama kali digelar kembali sejak 2019, setelah sektor peternakan sempat mengalami penurunan dari sisi produksi maupun distribusi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 134 ekor sapi dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri mengikuti kontes tersebut. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari total populasi sapi potong di wilayah setempat yang mencapai sekitar 215.000 ekor.
Kontes dibagi dalam tiga kategori, yakni sapi Peranakan Ongole (PO), sapi hasil inseminasi buatan (IB), serta kategori bobot ekstrem.
Menurut Tutik, perhatian khusus diberikan pada sapi PO sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang perlu dijaga keberlanjutannya.
“Ini bukan sekadar ternak, tetapi aset genetik yang harus dilestarikan agar tidak tergeser oleh sapi non-lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp6 miliar, dengan kisaran harga sapi potong antara Rp65.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, DKPP juga memastikan kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) yang mampu melayani hingga 40 ekor sapi per hari guna menjamin standar kesehatan dan keamanan pangan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban untuk memanfaatkan fasilitas RPH agar proses penyembelihan lebih higienis dan sesuai ketentuan.
Dalam kegiatan tersebut, juga digelar operasi pasar murah serta pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perum Bulog Kediri menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, sementara pelaku usaha lokal menjual gula pasir Rp15.000 per kilogram.
Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan ke depan kegiatan ini dapat ditingkatkan skalanya dari tingkat kabupaten menjadi provinsi hingga nasional.
“Untuk tingkat nasional, lokasi di Wonorejo dinilai sudah siap sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih besar lagi,” kata Tutik.
Ia berharap, kontes ternak tersebut mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat serta memperkuat sektor peternakan di daerah setempat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Tirta untuk Plalangan, Drop ke-23 Tembus 115 Ribu Liter, Warga Bintoro Jember Masih Berjibaku Lawan Kemarau
2 November 2026
18:28
Hiburan
Angkat Kisah Bullying Anak SD, Film Esok Masih Ada Ajak Publik Lebih Peduli
2 November 2026
17:54
Pendidikan & Teknologi
MAN 3 Banyuwangi Bentuk Garda Pelajar Antinarkoba, Duta Anti-Bullying Dilibatkan
2 November 2026
16:43
Hukum & Politik
Sungai Badeng Mengamuk, 10 Kambing Hanyut, Puluhan Rumah di Banyuwangi Terendam Lumpur
2 November 2026
15:43
Pendidikan & Teknologi
Kejuaraan Atletik Jember Jadi Panggung Awal Calon Atlet Porprov 2027
2 November 2026
15:34