Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Job Fair Kediri 2026 Diserbu 2.000 Pencari Kerja, Puluhan Perusahaan Buka Rekrutmen Langsung

Pewarta : Siddik

06 Mei 2026

16:01

Kadisnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos, didampingi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Sonny Subroto Maheri meninjau stand penyedia lapangan kerja (foto : Siddik)

KABUPATEN KEDIRI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja kembali menggelar Job Fair 2026 sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Convention Hall SLG ini diikuti 44 perusahaan, meski hanya sekitar 42 perusahaan yang dapat difasilitasi secara langsung karena keterbatasan tempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos, mengatakan beragam sektor pekerjaan ditawarkan dalam ajang tersebut. Mulai dari jasa, leasing, perbankan, hingga manufaktur untuk posisi operator. Kebutuhan tenaga teknisi juga disebut cukup tinggi, seiring meningkatnya permintaan dari dunia industri.

“Untuk penyedia job fair, kami juga sudah menyediakan ruang khusus untuk seleksi langsung maupun wawancara dalam proses rekrutmen,” ujarnya di lokasi, Rabu (6/5).

Menurutnya, job fair ini menjadi alternatif strategis bagi masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK yang ingin langsung masuk dunia kerja. Selain menyediakan informasi lowongan, kegiatan ini juga memfasilitasi proses rekrutmen secara langsung di tempat.

Dari sisi peserta, mayoritas pencari kerja berasal dari dalam daerah. Namun, panitia tidak membatasi pelamar dari luar wilayah karena pelaksanaan job fair juga dilakukan secara hybrid atau online. Hingga saat ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 2.000 orang.

“Kami tidak bisa menampung seluruh perusahaan karena keterbatasan tempat. Namun karena sistemnya hybrid, akses tetap terbuka luas. Sesuai arahan pimpinan, capaian tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono, menegaskan job fair merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyerapan tenaga kerja. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dunia pendidikan, media, dan masyarakat dalam konsep pentahelix.

“Media juga punya peran penting sebagai pilar keempat demokrasi untuk mengawal program ini secara objektif dan konstruktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan layak. Hal tersebut tercermin dari penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kediri, dari 5,2 persen menjadi 4,1 persen pada tahun ini.

Meski demikian, Sonny menegaskan job fair bukan satu-satunya solusi dalam mengatasi pengangguran. Ia mendorong keterlibatan semua pihak, termasuk dalam menciptakan wirausaha baru agar masyarakat tidak hanya bergantung pada mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja.

Salah satu peserta, Trisia (22), warga Gampengrejo, mengaku terbantu dengan adanya job fair ini. Lulusan SMK Dhaha Kota Kediri tersebut melamar pekerjaan sesuai jurusannya di bidang akuntansi.

“Ini sangat membantu, saya bisa langsung melamar sesuai bidang,” katanya.

Hal senada disampaikan Nanda (22), warga Bogem, Gurah, yang merasa dipermudah dengan adanya “pasar kerja” yang digelar Disnaker Kabupaten Kediri.

Acara ini turut dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Kediri, Kepala Disnaker beserta jajaran, puluhan perusahaan, serta ribuan pencari kerja yang mayoritas merupakan lulusan SMA/SMK sederajat. (*)

Tags : #JobFairKediri #KediriKerja #LowonganKerja #DisnakerKediri BursaKerja #CariKerja #KediriMaju #PeluangKerja #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar