Detail Berita
Kirab Bhumi Jaranan Warnai Dasawarsa Kedua WKB Kota Kediri
Pewarta : Siddik
14 April 2026
13:38
Heri Purnomo Asisten II pemerintahan kota Kediri foto bersama pengurus LP2BN, DPC Kediri Raya, DPC Blitar Raya dan DPC Malang Raya dan pengurus PASJAR beserta Bopo (foto : Siddik)
KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kota Kediri melalui Dewan Kesenian Jaranan Kota Kediri menggelar Kirab Budaya Bhumi Jaranan dalam rangka memperingati dasawarsa kedua Wahyu Krida Budaya (WKB), Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya lokal yang melibatkan puluhan komunitas seni.
Acara dihadiri Asisten II Pemerintah Kota Kediri Hery Purnomo, pengurus pusat Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), perwakilan DPC Kediri Raya, Blitar Raya, Malang Raya, pengurus PASJAR Kabupaten Kediri, pimpinan rumah budaya, penasehat WKB, WBI Kota Kediri, Pecut Samandiman, serta para seniman dan budayawan dari Kediri dan sekitarnya.
Mewakili Wali Kota Kediri, Hery Purnomo menyampaikan harapan agar WKB semakin berkembang dan mampu menjaga kekompakan dalam membangun kota. Ia menilai kirab budaya tidak sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya.
“Kirab ini merupakan manifestasi dari kepedulian terhadap budaya lokal. Pemerintah akan terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat,” kata Hery.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Ketua Umum WKB Sugito, serta prosesi larung sesaji. Sebanyak 61 kelompok seni ambil bagian dalam kirab, di antaranya jaranan, bantengan, barongsai, reog, pecut, serta tari dupa yang mengiringi prosesi sedekah bumi kepada Tirta Brantas Sura.
Kirab dimulai dari depan Stadion Brawijaya menuju bantaran Sungai Brantas dengan jarak sekitar tiga kilometer. Sebelum kirab, dilakukan pemotongan tumpeng dan suguh oleh para sesepuh WKB bersama LP2BN sebagai penanda dimulainya kegiatan.
Prosesi larung sesaji menjadi puncak acara. Urutan pelarungan diawali dengan sesaji Jawa, dilanjutkan sesaji hidup berupa ayam dan bebek, serta pelarungan kepala lembu. Sebelumnya, para sesepuh melaksanakan doa dan ritual suguh sesaji, kemudian menuju tengah Sungai Brantas menggunakan perahu.
Ketua Panitia Dian Widiasmoro mengatakan, peringatan 20 tahun WKB mengusung tema Dasawarsa Kedua. Kirab budaya dan larung sesaji, menurut dia, merupakan wujud cipta, rasa, dan karsa masyarakat dalam menjaga tradisi.
“Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar masyarakat Kediri senantiasa diberi kesejahteraan,” ujarnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Arifin Sabet TOP Pembina BUMD 2026, BPR Jwalita Konsisten Bintang 5
14 April 2026
15:15
Hukum & Politik
BPR Jwalita Ukir Prestasi Nasional, Dorong Akses Keuangan Masyarakat
14 April 2026
15:04
Hukum & Politik
Personal Branding Gen Z di Era Digital: Dari Konsistensi hingga Peluang Karier Global
14 April 2026
13:48
Hukum & Politik
Kirab Bhumi Jaranan Warnai Dasawarsa Kedua WKB Kota Kediri
14 April 2026
13:38
Hukum & Politik
Dasawarsa Kedua WKB, Kirab Budaya Bhumi Jaranan Semarakkan Kediri
14 April 2026
13:18