Detail Berita

Hukum & Politik

Dasawarsa Kedua WKB, Kirab Budaya Bhumi Jaranan Semarakkan Kediri

Pewarta : Siddik

14 April 2026

13:18

Pengambilan Beras melalui ATM di beberapa Kelurahan di kota Kediri (foto : Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kota Kediri melalui Dewan Kesenian Jaranan Kota Kediri memperingati Dasawarsa Kedua Wahyu Krida Budaya (WKB) dengan menggelar Kirab Budaya Bhumi Jaranan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur masyarakat terhadap warisan leluhur.

Acara tersebut dihadiri Asisten II Pemerintah Kota Kediri Hery Purnomo, pengurus pusat Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), perwakilan DPC Kediri Raya, Blitar Raya, dan Malang Raya, pengurus PASJAR Kabupaten Kediri, pimpinan rumah budaya Kediri, penasehat WKB, WBI Kota Kediri, Pecut Samandiman, serta para seniman dan budayawan dari Kediri dan sekitarnya.

Mewakili Wali Kota Kediri, Hery Purnomo berharap memasuki dua dasawarsa, WKB semakin berkembang dan solid dalam membangun Kota Kediri. “Kirab Budaya Bhumi Jaranan ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata kecintaan kita terhadap warisan budaya lokal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk jati diri dan karakter generasi mendatang.

Prosesi kirab diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Ketua Umum WKB Sugito, serta ritual larung sesaji. Sebanyak 61 kelompok seni turut ambil bagian, mulai dari jaranan, bantengan, barongsai, reog, pecut, hingga tari dupa yang mengiringi prosesi sedekah bumi kepada Tirta Brantas Sura.

Rangkaian acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng dan suguh oleh Bopo Sepuh WKB bersama LP2BN sebagai tanda dimulainya kirab. Peserta kemudian bergerak dari depan Stadion Brawijaya menuju bantaran Sungai Brantas sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Dalam prosesi larung, sesaji dilarungkan secara berurutan, dimulai dari sesaji Jawa, sesaji hidup berupa ayam dan bebek, hingga kepala lembu. Sebelumnya, para bopo sepuh melaksanakan doa dan suguh sesaji sebelum menaiki perahu menuju tengah Sungai Brantas untuk melaksanakan pelarungan.

Ketua Panitia Kirab Budaya Bhumi Jaranan, Dian Widiasmoro, menyampaikan bahwa peringatan 20 tahun WKB mengusung tema Dasawarsa Kedua. “Kami dengan bangga mempersembahkan Kirab Budaya Bhumi Jaranan sebagai bentuk sedekah bumi kepada Tirta Brantas Sura atau yang dikenal sebagai larung sesaji,” pungkasnya. (*)


Tags : #KirabJaranan #WKB20Tahun #BudayaKediri #BhumiJaranan #LarungSesaji #JarananKediri #KediriBerkarya #LestariBudaya #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar