Detail Berita

Hukum & Politik

Israel dan Ranjau Diduga Picu Kematian Prajurit TNI

Pewarta : Redaksi

09 April 2026

13:25

Temuan awal PBB mengungkap dua insiden yang menewaskan tiga personel TNI (Foto: Istimewa)

NASIONAL, enewsindo.co.id - Dua insiden beruntun yang menimpa personel TNI dalam misi perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mulai menemukan titik terang. Juru Bicara PBB, Stéphane Dujarric, menyampaikan bahwa temuan awal investigasi telah mengarah pada dugaan pihak yang terlibat.

“Ini merupakan temuan awal dan investigasi masih terus berjalan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan,” ujarnya.

Dalam peristiwa pertama, analisis terhadap serpihan proyektil menunjukkan bahwa tembakan diduga berasal dari tank militer Israel yang mengarah ke markas UNIFIL dari sisi timur.

Padahal, koordinat markas sebelumnya telah disampaikan untuk menghindari salah sasaran. Serangan tersebut menyebabkan satu prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas. “Seluruh temuan ini berasal dari analisis bukti fisik di lokasi kejadian,” kata Dujarric.

Sementara itu, insiden kedua terjadi akibat ledakan ranjau yang dipicu oleh kawat rakitan saat konvoi kendaraan lapis baja UNIFIL melintas di wilayah dekat Bani Hayyan. Berdasarkan karakter ledakan dan lokasi, UNIFIL menduga perangkat tersebut dipasang oleh kelompok Hizbullah.Ledakan itu mengakibatkan dua personel TNI meninggal dunia di tempat.

“Analisis menunjukkan kemungkinan besar ranjau tersebut dipasang oleh pihak tertentu di area tersebut,” ungkapnya.

Pemerintah Indonesia melalui Plt Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kemlu RI, Veronica Rompis, menyatakan bahwa laporan awal telah diterima dan proses investigasi masih ditunggu hingga tuntas.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan. (*)


Tags : #tni #lebanon #pbb #unifil

Ikuti Kami :

Komentar