Detail Berita
Dari Udara, Kapolda Jatim Membaca Arus Balik yang Belum Usai
Pewarta : Evelyne
27 Maret 2026
23:53
Kapolda Jatim Nanang Avianto memantau arus balik dari udara (Istimewa)
SURABAYA, enewsindo.co.id - Di ketinggian langit Jawa Timur, arus balik Lebaran 2026 tampak seperti aliran panjang yang belum benar-benar surut. Dari dalam helikopter, menatap jalur-jalur utama yang menghubungkan kota dan kabupaten membaca pergerakan yang tidak lagi sekadar angka, melainkan ritme mobilitas masyarakat pascalibur panjang.
Patroli udara yang dilakukan dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pasca menjadi cara lain memastikan bahwa situasi tetap terkendali, meski fase puncak mudik telah terlewati. Dari Ngawi hingga Banyuwangi, jalur arteri, jalan tol, hingga kawasan wisata dipantau sebagai titik-titik yang menyimpan potensi kepadatan.
Kabid Humas Polda Jatim, menyebut pemantauan udara ini dilakukan karena arus balik masih berlangsung dan memerlukan pengawasan berkelanjutan.
“Hari ini Bapak Kapolda Jatim melaksanakan pemantauan melalui udara dalam rangka KRYD pascaoperasi Ketupat Semeru 2026, mengingat masih adanya arus balik Lebaran 2026,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Dari perspektif udara, pola kepadatan terlihat lebih utuh titik-titik perlambatan yang sempat muncul, hingga ruas yang kembali mengalir setelah dilakukan rekayasa lalu lintas. Gambaran ini menunjukkan bahwa pengamanan tidak berhenti pada masa operasi, melainkan berlanjut dalam bentuk pengawasan yang lebih fleksibel.
Menurut Abast, peningkatan mobilitas kendaraan selama masa Lebaran tidak diikuti oleh lonjakan gangguan keamanan. Situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap terkendali tanpa adanya insiden menonjol.
“Meski terjadi peningkatan arus keluar masuk wilayah Jawa Timur, situasi masih terkendali dan tidak terdapat gangguan kamtibmas yang menonjol,” kata Abast.
Tak hanya itu, indikator keberhasilan juga terlihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Data menunjukkan penurunan hingga 37 persen dibandingkan sebelum operasi digelar.
“Sebelum Operasi Ketupat Semeru kita laksanakan, tercatat kejadian laka lantas di wilayah Jawa Timur ada 1.188 kejadian dan selama 13 hari operasi ada 751 kejadian,” ujarnya.
Namun, di balik angka-angka tersebut, terdapat faktor lain yang turut menentukan: perilaku masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan. Karena itu, kepolisian mendorong pemudik untuk tidak terpaku pada satu waktu kepulangan.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere agar bisa mengatur perjalanan dan menghindari penumpukan kendaraan,” tutur Abast.
Sebagai penguat sistem pengamanan, layanan darurat 110 juga disiagakan selama 24 jam untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat di perjalanan.
Dari udara, jalanan Jawa Timur terlihat terus bergerak seperti aliran yang mencari keseimbangan antara pulang dan kembali. Dan di balik itu, patroli ini menjadi simbol bahwa pengamanan bukan hanya soal menjaga, tetapi juga memahami dinamika yang terus berubah di setiap kilometer perjalanan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Dulu Diburu, Kini Dijaga : Penyu di Nias Selatan Butuh Perlindungan Serius
25 Juni 2026
15:51
Hukum & Politik
Kemenag dan Baznas Bondowoso Santuni 250 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
25 Juni 2026
15:40
Hukum & Politik
PERADI Bondowoso Gandeng Unibo, Buka Pendidikan Profesi Advokat Tahun 2026
25 Juni 2026
15:16
Hukum & Politik
Bupati Ipuk Ajak LDII Perkuat Harmoni Sosial dan Pembinaan Generasi Muda di Banyuwangi
25 Juni 2026
11:59
Hukum & Politik
Bupati Ipuk Jadi Sasaran Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat ke BPS
25 Juni 2026
11:01