Detail Berita

Hukum & Politik

Cerminan Kepedulian Tumbuh, Dua Siswa SD Sumberrego Situbondo Laporkan Jembatan Rusak ke Bupati

Pewarta : Hidayat

26 Maret 2026

01:01

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo tinjau Jembatan Rusan Akibat Banjir Laporan Dua anak SD (Hidayat)

SITUBONDO, enewsindo.co.id - Aksi berani dua siswa sekolah dasar dari Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, menjadi potret kuat kepedulian warga muda terhadap lingkungan sekaligus membuka mata pemerintah daerah akan kondisi infrastruktur di wilayah terpencil.

Melalui siaran langsung di media sosial, Alif dan Siska melaporkan kerusakan jembatan akibat banjir yang menghambat aktivitas warga. Laporan sederhana namun tulus itu berbuah nyata. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, merespons cepat dengan meninjau langsung lokasi pada Rabu (25/3/2026).

Di tengah keterbatasan akses menuju Desa Sumberargo yang berada di kawasan pegunungan Argopuro, kehadiran bupati menjadi simbol bahwa suara warga, bahkan dari anak-anak, tetap memiliki arti penting dalam proses pembangunan.

“Ini anak kecil, kelas 4 SD dan satunya kelas 5. Sudah memperjuangkan kepentingan masyarakat tentang jembatan. Luar biasa. Saya bangga,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio.

Kunjungan tersebut bukan tanpa alasan. Mas Rio mengaku kembali ke desa tersebut setelah mendapat “panggilan” dari laporan kedua siswa itu.

“Hari ini saya dipanggil lagi sama Siska, sama Alif, yang mengabarkan kalau ada banjir, jembatannya hancur. Anak SD sudah berani memperjuangkan,” tuturnya.

Menurutnya, keberanian Alif dan Siska bukan sekadar aksi spontan, melainkan cerminan kepedulian yang tumbuh dari rasa memiliki terhadap desa. Saat ditanya alasan mereka berani menyampaikan laporan, jawaban yang muncul justru sederhana namun sarat makna.

“Saya tanya kenapa berani? Demi desa katanya. Wah, luar biasa. Terima kasih ya,” ucapnya.

Secara interpretatif, peristiwa ini menunjukkan bagaimana ruang digital mampu menjadi jembatan antara masyarakat di wilayah terpencil dengan pengambil kebijakan. Aksi dua siswa ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memicu respons kolektif dari berbagai pihak.

Mas Rio pun mengakui dampak luas dari aksi tersebut. Kehadiran sejumlah pejabat daerah hingga aparat keamanan di lokasi menjadi bukti bahwa satu suara kecil bisa menggerakkan banyak pihak.

“Datanglah bupati, kepala dinas, pak camat, semua pejabat datang ke sini. Ada pak kapolsek juga datang. Berkat anak ini,” katanya.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan serius. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengkaji langkah yang tepat untuk memperbaiki jembatan tersebut sesuai kebutuhan.

“Kita datang sekarang, kita lihat apa yang bisa kita bantu,” pungkasnya.

Di sisi lain, semangat gotong royong warga tetap menjadi penopang utama kehidupan di desa terpencil ini. Untuk sementara, masyarakat membangun jembatan darurat dari kayu agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.

Kisah Alif dan Siska menjadi pengingat bahwa partisipasi publik tidak mengenal usia. Dari desa paling ujung di Situbondo, suara anak-anak justru mampu menjadi penggerak perubahan. (*)

Tags : #PeduliDesa #SuaraAnak #AksiSiswa #JembatanRusak #AnakBerdaya #DariDesa #InspirasiAnak #UntukDesa #Sumberrego #Situbondo

Ikuti Kami :

Komentar