Detail Berita

Hukum & Politik

Lelah Mudik, Masjid Ramah Pemudik Banyuwangi Jadi Solusi

Pewarta : Hakim

18 Maret 2026

04:41

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (tengah) menyerahkan secara simbolis logistik program masjid ramah pemudik kepada pengurus Masjid Al Huda, Kalipuro, Banyuwangi (Hakim)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pemkab Banyuwangi memperkuat layanan publik berbasis keagamaan dengan menyiapkan 48 masjid ramah pemudik menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Program yang digagas bersama Kantor Kementerian Agama setempat itu tidak sekadar menyediakan tempat ibadah, tetapi juga menghadirkan ruang singgah yang layak bagi pemudik di jalur-jalur strategis.

Langkah tersebut menunjukkan pendekatan pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat selama mobilitas tinggi musim mudik. Di tengah meningkatnya volume perjalanan, keberadaan fasilitas istirahat yang mudah diakses menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pemudik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, masjid ramah pemudik diharapkan menjadi titik persinggahan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi rasa aman. “Pemudik bisa beristirahat sejenak, menunaikan ibadah, sekaligus memulihkan kondisi setelah perjalanan jauh,” ujarnya saat peresmian program di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro, Selasa (17/3/2026).

Sebaran 48 masjid tersebut mencakup jalur utara, tengah, hingga selatan Banyuwangi, termasuk kawasan wisata yang diprediksi turut dilintasi pemudik. Sebanyak 13 masjid berada di jalur utama dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru, yang selama ini menjadi koridor penting arus kendaraan lintas daerah.

Dalam implementasinya, masjid-masjid tersebut dibuka selama 24 jam dengan dukungan fasilitas seperti area istirahat, tempat ibadah, toilet bersih, ketersediaan air bersih, hingga pengamanan di area masjid dan parkir. Sejumlah titik juga dilengkapi layanan tambahan seperti ruang kesehatan, pijat gratis, serta penyediaan air minum dan makanan ringan.

Beberapa masjid di jalur nasional yang masuk dalam program ini antara lain Masjid Nurul Huda Kalibaru, Masjid Baiturrohman Genteng, Masjid Baiturrohim Rogojampi, dan Masjid Nurul Karim Wongsorejo. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kelelahan pengemudi, yang kerap menjadi faktor risiko kecelakaan saat mudik.

Ipuk menilai, program ini sekaligus menguatkan peran sosial masjid di tengah masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan umat secara luas, sejalan dengan nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Kepala Kementerian Agama Banyuwangi Chaeroni Hidayat menambahkan, jumlah masjid ramah pemudik di daerah tersebut menjadi yang terbanyak di Jawa Timur. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menjadi kunci keberhasilan program.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Banyuwangi tidak hanya memperkuat kesiapan infrastruktur mudik, tetapi juga menghadirkan dimensi pelayanan yang lebih humanis, memadukan aspek spiritual, sosial, dan keselamatan dalam satu ekosistem layanan terpadu.(*)

Tags : #MudikAman #MasjidRamahPemudik #Lebaran2026 #Banyuwangi #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar