Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Nasim Khan Gelar Sosialisasi UMKM dan Literasi Perbankan Bersama Bank Mandiri di Bondowoso

Pewarta : Eko

14 Maret 2026

05:48

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai kegiatan sosialisasi UMKM dan edukasi perbankan di Hall Ijen View Hotel & Resort (Eko)

BONDOWOSO enewsindo.co.id - Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, upaya tersebut tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi atau pemasaran, melainkan juga harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai sistem keuangan dan layanan perbankan.

Hal itu disampaikan Nazim Khan anggota Komisi VI DPR RI, saat menggelar kegiatan sosialisasi UMKM dan edukasi perbankan yang dihadiri para pelaku usaha kecil serta perwakilan lembaga perbankan di Hall Ijen View Hotel & Resort, Jumat sore (13/3/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama setelah acara sosialisasi selesai.


Dalam kegiatan tersebut, Nasim menekankan bahwa penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari peningkatan literasi keuangan para pelaku usaha. Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi usaha besar, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam memahami akses pembiayaan, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan layanan perbankan modern.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa PKB itu mengatakan, pemahaman terhadap sistem perbankan menjadi faktor penting agar pelaku usaha kecil mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

“Penguatan sektor UMKM harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai sistem perbankan. Mulai dari akses permodalan, literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam layanan perbankan. Itu semua menjadi kunci agar pelaku usaha kecil bisa berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, mengenai berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan lembaga perbankan. Dengan pemahaman tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan program pembiayaan, layanan transaksi, hingga sistem pengelolaan keuangan yang lebih modern.

Menurut Nasim, sinergi antara pemerintah dan lembaga perbankan harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa. Program-program perbankan, kata dia, tidak boleh hanya dinikmati oleh pelaku usaha di wilayah perkotaan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa fasilitas perbankan dan program-program yang ada benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sampai ke desa-desa. Kehadiran perbankan, termasuk layanan dari di Bondowoso, tentu harus memberi manfaat bagi rakyat dan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain akses permodalan, Nasim juga menyoroti pentingnya digitalisasi layanan perbankan bagi pelaku UMKM. Di era ekonomi digital saat ini, berbagai transaksi bisnis semakin bergantung pada teknologi yang cepat, praktis, dan aman.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami berbagai layanan digital yang telah disediakan oleh perbankan, mulai dari transaksi non-tunai, pembayaran digital, hingga sistem pencatatan keuangan yang lebih efisien. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, aktivitas usaha diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

“Kita memberikan edukasi tentang sistem perbankan, termasuk digitalisasi layanan perbankan. Harapannya para pelaku UMKM di Bondowoso bisa lebih memahami bagaimana memanfaatkan layanan tersebut untuk mengembangkan usaha mereka,” tambahnya.

Bagi Nasim, peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku usaha kecil bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Dengan pemahaman yang baik tentang sistem keuangan, para pelaku UMKM akan lebih siap mengelola usahanya secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Nasim Khan dengan masyarakat Bondowoso. Selain dihadiri pelaku UMKM dan pihak perbankan, acara itu juga diikuti para relawan serta tim penggerak yang selama ini aktif di berbagai wilayah di daerah tersebut.

Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat. Setelah kegiatan sosialisasi selesai, para peserta bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama sebagai bagian dari rangkaian acara.

Nasim mengatakan, kegiatan seperti ini hampir setiap tahun digelar sebagai bentuk komitmen untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan pelaku usaha kecil.

“Kita berkumpul seperti ini hampir setiap tahun. Selain untuk silaturahmi, juga menjadi momentum berbagi informasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait pengembangan UMKM dan pemanfaatan sistem perbankan,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut para pelaku UMKM di Bondowoso dapat memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan usaha mereka. Dukungan dari sektor perbankan serta pemahaman yang baik tentang sistem keuangan dinilai akan menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.

Menurutnya, sektor UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Jika mereka kuat, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh,” pungkasnya. (*)


Tags : #NasimKhan #UMKMBondowoso #EdukasiPerbankan #LiterasiKeuangan #UMKMBangkit #EkonomiDaerah #DigitalisasiUMKM #Bondowoso #PKB

Ikuti Kami :

Komentar