Detail Berita
Menaker Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Konsep “Triple Readiness”
Pewarta : Tamara
12 Maret 2026
20:30
Yassierli Menteri Ketenagakerjaan di dampingi pegawai dari Kemenaker merangkan kepada Media (Humas Kemenaker untuk enewsindo)
BEKASI, enewsindo.co.id - Perubahan besar dalam dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan persaingan global mendorong generasi muda untuk memiliki kesiapan yang lebih komprehensif. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai, generasi muda tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami dinamika pasar kerja yang terus berubah.
Oleh karena itu, Yassierli memperkenalkan konsep triple readiness atau tiga kesiapan sebagai fondasi penting bagi generasi muda untuk menghadapi dunia kerja masa depan. Tiga kesiapan itu meliputi penguatan technical skills, soft skills, serta market entry readiness atau kemampuan memahami dinamika dan kebutuhan pasar kerja.
Perihal itu disampaikan Yassierli saat menutup kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Minggu kemaren.
Menurut dia, ketiga aspek tersebut menjadi semakin penting karena dunia kerja saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Persaingan global yang kian terbuka serta disrupsi teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja terus berubah.
“Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills. Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” kata Yassierli.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan telah mengubah cara industri beroperasi. Teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan telah menjadi bagian integral dari sistem kerja di berbagai sektor.
Kondisi tersebut, lanjutnya, memicu meningkatnya kebutuhan akan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi (high-skilled labor). Dunia usaha kini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mampu merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem berbasis kecerdasan buatan.
Di tengah percepatan teknologi itu, Yassierli menekankan pentingnya human skills sebagai pembeda utama manusia dengan mesin. Ia menyebutkan, delapan dari sebelas keterampilan inti yang diprediksi akan sangat dibutuhkan pada 2030 justru berasal dari kemampuan manusiawi.
Keterampilan tersebut antara lain kepemimpinan dan pengaruh sosial, kemampuan berpikir analitis, berpikir kreatif, ketahanan dan fleksibilitas, rasa ingin tahu serta pembelajaran sepanjang hayat, motivasi dan kesadaran diri, empati dan kemampuan mendengarkan secara aktif, serta manajemen talenta.
Kegiatan Sanlat yang berlangsung pada 7–8 Maret 2026 ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Majelis Ulama Indonesia. Sebanyak 300 peserta dari kalangan Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan tersebut.
Selain penguatan nilai keagamaan dan karakter selama Ramadan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bidang pelatihan vokasi yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi, mulai dari refrigerasi, pengelasan, elektronika, pariwisata, hingga teknologi informasi.
Yassierli menilai kegiatan tersebut memberikan pendekatan berbeda dibandingkan pesantren kilat pada umumnya karena memadukan pembinaan karakter dengan kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Saya yakin konten Sanlat ini berbeda dengan Sanlat yang lain. Ini adalah Sanlat spesial karena adik-adik diarahkan untuk siap menghadapi triple readiness,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah berharap model kolaborasi semacam ini dapat diadopsi oleh lebih banyak institusi pendidikan dan organisasi kepemudaan. Dengan demikian, pembinaan generasi muda tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan bekal konkret yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kita ingin anggota Pramuka dan pemuda Indonesia siap bertarung di pasar kerja masa depan, baik di level nasional maupun internasional,” kata Yassierli. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Silaturahmi Ramadan Kodim 0809 Kediri Perkuat Sinergi TNI, Media, dan LSM Dukung Program Nasional
16 Maret 2026
00:21
Ekonomi & Bisnis
Tamara Management Bersama FWLM Jember Rayakan Verifikasi Dewan Pers Media Enewsindo.co.id
15 Maret 2026
20:16
Ekonomi & Bisnis
Ribuan Dhuafa Terima Zakat dari Ponpes Al Islah Bondowoso
15 Maret 2026
20:00
Hukum & Politik
Warga Gebang Jember yang Hilang Ditemukan Meninggal di Lumajang
14 Maret 2026
22:25
Hukum & Politik
Pasien Kanker Banyuwangi Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah Cukup di RSUD Blambangan
14 Maret 2026
22:08