Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

TPS 3R Karetan Dikebut, Banyuwangi Siapkan Solusi Pengolahan Sampah Berkelanjutan

Pewarta : Evelyne

11 Maret 2026

13:17

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (tengah) meninjau progres pembangunan TPS 3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo (Evelyne)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, terus dipacu. Hingga awal Maret 2026, progres konstruksi fasilitas pengolahan sampah tersebut telah mencapai 40,95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar fasilitas pengolahan sampah berkapasitas besar tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Progres konstruksi sudah mencapai 40,95 persen dan akan terus dikebut. Targetnya, September sudah bisa beroperasi,” ujar Ipuk.

Sebelumnya, Ipuk juga sempat meninjau langsung progres pembangunan TPS 3R Karetan pada 27 Februari 2026 lalu untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau, yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan korporasi Borealis asal Austria melalui program Project STOP. Program ini bertujuan mengendalikan persoalan sampah, khususnya sampah plastik, melalui sistem pemilahan dan pengolahan yang lebih terintegrasi.

TPS 3R Karetan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektare di Desa Karetan. Nantinya fasilitas tersebut akan melayani pengelolaan sampah dari 38 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Bangorejo, Cluring, Pesanggaran, Purwoharjo, Siliragung, dan Tegaldlimo. Bahkan, cakupannya berpotensi diperluas hingga lima kecamatan lain di sekitarnya.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 160 ton sampah per hari, TPS ini diperkirakan mampu menangani sampah yang dihasilkan sekitar 362 ribu penduduk atau setara dengan sekitar 100 ribu rumah tangga setiap harinya.

Ipuk berharap keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan persampahan di Banyuwangi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Memiliki kapasitas yang besar, artinya TPS ini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga warga bisa ikut mendapatkan manfaat dari kehadirannya,” kata Ipuk.

Sementara itu, Waste Operation Lead Banyuwangi Hijau, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa proses pembangunan konstruksi TPS 3R Karetan diperkirakan rampung pada September 2026.

“Proses cut and fill sudah selesai. Saat ini kami fokus pada pembangunan area hanggar, kantor, dan workshop. Targetnya selesai pada minggu kedua September 2026, sehingga pekan berikutnya bisa diserahkan kepada pemerintah daerah agar segera dioperasikan,” jelas Yudi.

Menurut Yudi, TPS 3R Karetan akan dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung proses pemilahan sampah, mulai dari sampah daur ulang, sampah organik, hingga residu yang nantinya akan ditangani lebih lanjut di luar lokasi TPS.

Selain pembangunan TPS 3R Karetan, program Banyuwangi Hijau juga akan mengembangkan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA). Fasilitas tersebut akan dibangun di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, serta di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Pembangunan dua SPA ini merupakan bagian dari pengembangan fase ketiga program Banyuwangi Hijau yang mendapat dukungan dari organisasi nirlaba global Clean Rivers yang berbasis di Uni Emirat Arab. Masing-masing SPA dirancang memiliki kapasitas penanganan hingga 50 ton sampah per hari.

Kehadiran jaringan fasilitas pengelolaan sampah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Banyuwangi, sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran, terutama dari limbah plastik. (*)

Tags : #TPS3R #Banyuwangi #BanyuwangiHijau #PengolahanSampah #Lingkungan #SampahPlastik #ProjectSTOP

Ikuti Kami :

Komentar