Detail Berita

Hukum & Politik

Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, Rupiah Tertekan ke Rp17.001 per Dolar AS

Pewarta : Redaksi

10 Maret 2026

12:45

Rupiah melemah ke Rp17.001 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Nilai tukar rupiah pada perdagangan terkini tercatat mengalami tekanan dan sempat melemah 76 poin atau sekitar 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya sikap penghindaran risiko (risk off) di pasar global setelah harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$100 per barel.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu kekhawatiran pasar terhadap dampak lonjakan harga minyak mentah terhadap perekonomian global. Menurutnya, kenaikan harga energi berpotensi memicu tekanan inflasi yang lebih tinggi sehingga membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang lebih aman seperti dolar AS.

“Rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS akibat sentimen risk off yang dipicu lonjakan harga minyak mentah di atas US$100 per barel, yang dikhawatirkan berdampak pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (9/3/2026), seperti dikutip dari Antara. Ia memprediksi pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Lonjakan harga minyak sendiri dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, termasuk potensi terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz. Kondisi ini turut mendorong harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melonjak tajam hingga melampaui US$109 per barel, yang kemudian memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.


Tags : #rupiah #uang #timurtengah #minyak #dolar

Ikuti Kami :

Komentar