Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Dari ASN ke Penggerak Donor Darah, Cita-cita Edy Sucipto Menjelang Pensiun

Pewarta : Evelyne

07 Maret 2026

19:44

Edy Sucipto, ASN Pemerintah Kabupaten Jember, menjalani proses donor darah ke-83 di Pendopo Kecamatan Arjasa (Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - Bagi sebagian orang, masa pensiun sering dimaknai sebagai waktu untuk beristirahat setelah puluhan tahun bekerja. Namun bagi Edy Sucipto (58) ASN Pemerintah Kabupaten Jember, masa itu justru ingin ia isi dengan pengabdian baru: menjadi penggerak donor darah di tengah masyarakat.

Warga Jalan Ciliwung I No. 34, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang itu saat ini masih menjabat sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Arjasa. Jika tidak ada perubahan, Edy akan memasuki masa pensiun pada Agustus 2026 mendatang.

Alih-alih memperlambat aktivitasnya, Edy justru menyiapkan langkah untuk terus berkontribusi bagi kemanusiaan dengan mendorong masyarakat semakin aktif mendonorkan darah.

Perjalanan Edy dalam kegiatan donor darah bukanlah hal baru. Sejak masih remaja, ia sudah terbiasa mendonorkan darahnya secara rutin. Hingga kini, ia tercatat telah melakukan donor darah sebanyak 83 kali.

Atas dedikasinya tersebut, Edy pernah menerima penghargaan sebagai pendonor darah 80 kali dari Gubernur Jawa Timur. Penghargaan itu diserahkan langsung di Gedung Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu.

“Karena sering donor darah dua bulan sekali, alhamdulillah saya jarang sekali sakit dan badan terasa segar. Justru kalau tidak donor, saya merasa ada yang kurang. Kadang saya sampai cepat-cepat mencari jadwal donor darah terdekat,” ujar Edy usai melakukan donor darah ke-83 di Pendopo Kecamatan Arjasa, Jumat malam (06/03/2026).

Menjelang akhir masa pengabdiannya sebagai ASN, Edy mulai aktif mengajak masyarakat untuk menjadi pendonor. Ia kerap membagikan pengalaman pribadinya kepada warga di berbagai desa di Kecamatan Arjasa.

Menurut Edy, pengalaman panjangnya melakukan donor darah menjadi cerita yang mudah diterima masyarakat. Dari situlah ia mencoba menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga berdampak baik bagi kesehatan pendonornya.

Ia menuturkan, upaya serupa pernah ia lakukan ketika masih bertugas di Kecamatan Jelbuk. Saat itu, ia berinisiatif mengajak masyarakat untuk membiasakan donor darah secara rutin.

“Waktu saya dinas di Kecamatan Jelbuk, saya berusaha mengajak masyarakat di sana untuk donor darah. Alhamdulillah sekarang kegiatan donor darah di sana sudah berjalan rutin setiap dua bulan sekali,” kata Edy.

Kini, semangat yang sama ingin ia tumbuhkan di Kecamatan Arjasa. Bersama berbagai pihak, kegiatan donor darah mulai digelar secara berkala. Hingga saat ini, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Edy berharap sebelum dirinya resmi pensiun pada Agustus mendatang, sebuah “kampung donor” dapat terbentuk di Kecamatan Arjasa, seperti yang telah ada di beberapa wilayah lain di Jember.

“Saya ingin antara bulan Juni atau Juli sudah ada kampung donor di Kecamatan Arjasa. Saya siap menjadi penggeraknya. Bahkan setelah pensiun nanti, saya tetap ingin menggerakkan kegiatan donor darah,” ujarnya sambil tersenyum, seraya memegang souvenir berupa tumbler yang diberikan oleh PMI Jember.

Upaya menggerakkan masyarakat di Kecamatan Arjasa dilakukan dengan berbagai cara. Informasi kegiatan donor darah disebarluaskan melalui pesan singkat, media sosial, hingga grup komunikasi desa dan muspika.

Langkah sederhana itu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya donor darah, sekaligus membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat.

Bagi Edy, setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain. Dan selama ia masih mampu, semangat kemanusiaan itu ingin terus ia jaga bahkan setelah masa pensiunnya tiba. (*)

Tags : #DonorDarah #AksiKemanusiaan #JemberBerbagi #RelawanDarah #GerakanDonor #DonorDarahJember #InspirasiJember

Ikuti Kami :

Komentar