Detail Berita
Cokelat Redco Unhas Kenalkan Kakao Wajo ke Pasar Nasional
Pewarta : Tamara
07 Maret 2026
19:16
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif RI Cecep Rukendi (kiri), meninjau booth Universitas Hasanuddin yang menampilkan produk cokelat premium Redco di ajang Indonesia Ramadhan Expo 2026 di SMESCO Exhibition Hall (Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Inovasi pengolahan kakao berbasis riset kembali ditunjukkan kalangan kampus. Kali ini datang dari Universitas Hasanuddin melalui produk cokelat premium Redco yang diperkenalkan dalam ajang Indonesia Ramadhan Expo 2026 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, pada 4-8 Maret 2026.
Dalam pameran tersebut, tim Universitas Hasanuddin menampilkan cokelat Redco sebagai produk hasil pengembangan teknologi fermentasi kakao berbasis OHMIC. Teknologi ini dikembangkan untuk menghasilkan kualitas cokelat premium dengan rasa yang lebih stabil dan konsisten.
Bahan baku utama cokelat tersebut berasal dari kakao produksi petani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Selama ini, potensi kakao dari daerah tersebut dinilai besar, namun sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk biji mentah sehingga nilai tambahnya belum optimal.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Cecep Rukendi, turut meninjau booth Universitas Hasanuddin. Ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya kampus dalam menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Direktur Inovasi Universitas Hasanuddin, Andi Asmi Citra, menjelaskan bahwa Redco merupakan hasil pengembangan riset yang memadukan teknologi fermentasi modern dengan potensi kakao lokal.
“Cokelat dari Kabupaten Wajo yang diolah dengan fermentasi teknologi OHMIC yang kami kembangkan menghasilkan cokelat premium dan kami pasarkan dengan harga relatif terjangkau. Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengenal cokelat Redco,” ujarnya.
Menurut dia, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberi nilai tambah bagi petani kakao. Dengan pengolahan berbasis teknologi, kakao dari Wajo diharapkan mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Keikutsertaan Universitas Hasanuddin dalam Indonesia Ramadhan Expo 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk berbasis riset kepada masyarakat. Selain itu, ajang tersebut membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mendorong hilirisasi komoditas perkebunan Indonesia agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Pemerintah Prioritaskan Pemugaran Rumah Adat Hilinawalo Fau, Dorong Pelestarian Budaya Nias Selatan
5 Juni 2026
19:11
Hukum & Politik
Direktur Baru RSUD dr. Mohammad Zyn Dilantik, Bupati Sampang Tekankan Pelayanan Humanis dan Profesional
5 Juni 2026
19:05
Hukum & Politik
Akses ke Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Antrean Truk Mengular Hingga Terminal Sri Tanjung
5 Juni 2026
16:50
Hukum & Politik
Ratusan Warga Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Ditutup dan Alat Berat Ditarik
5 Juni 2026
16:40
Hukum & Politik
Mendaki Lewat Jalur Ilegal, Pendaki Semeru Terjatuh ke Jurang dan Sempat Hilang
5 Juni 2026
16:36