Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Inflasi Kota Kediri Februari 2026 Capai 0,87 Persen

Pewarta : Siddik

04 Maret 2026

16:29

Badan Pusat Statistik bersama TPID kota Kediri saat melakukan survey Indeks Harga Konsumen ke salah satu lapak pedagang (Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Badan Pusat Statistik Kota Kediri mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Kediri pada Februari 2026 sebesar 0,87 persen, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan secara daring, Senin, mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,95 persen, namun lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 0,68 persen.

“Pada Februari 2026 Kota Kediri mengalami inflasi m-to-m sebesar 0,87 persen,” kata Emil.

Ia menjelaskan sejumlah peristiwa turut memengaruhi fluktuasi harga komoditas pada Februari, di antaranya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Februari 2026. Selain itu, kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah dipicu keterbatasan pasokan akibat cuaca ekstrem.

"Sedangkan harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan menjelang awal bulan puasa. 

Sebaliknya, kata Emil tarif angkutan udara tercatat menurun setelah sebelumnya mengalami lonjakan pada Desember 2025. Sementara, harga emas perhiasan masih berada pada level tinggi sebagai dampak kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik.

Emil merinci sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi m-to-m di Kota Kediri, yakni cabai rawit dengan andil 0,32 persen, daging ayam ras 0,17 persen, emas perhiasan 0,16 persen, telur ayam ras 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, pisang, semangka, serta sigaret kretek mesin masing-masing 0,03 persen, dan beras sebesar 0,02 persen.

Adapun komoditas yang menahan laju inflasi lanjut Emil antara lain bensin dengan deflasi 0,05 persen, kelapa 0,02 persen, serta minyak goreng, kangkung, angkutan udara, jeruk, alpukat, kembang kol, wortel, dan apel masing-masing mengalami deflasi 0,01 persen.

BPS Kota Kediri mengimbau agar ketersediaan sejumlah komoditas bahan pangan seperti beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras tetap terjaga selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri, mengingat biasanya terjadi peningkatan permintaan pada periode tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mewaspadai potensi penyesuaian harga BBM yang dipengaruhi dinamika geopolitik global. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga emas perhiasan. Momentum Idul Fitri juga berpeluang memicu penyesuaian tarif transportasi umum, tergantung pada kebijakan pemerintah terkait tarif angkutan.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri Bambang Tri Lasmono mengatakan, kenaikan harga cabai rawit saat ini dipengaruhi faktor cuaca.

Menurut dia, TPID Kota Kediri telah menggelar High Level Meeting (HLM) yang dipimpin Wali Kota untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi, termasuk pengendalian harga cabai rawit.

"Sebagai langkah intervensi, TPID juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah di pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pangan. Hal ini diharapkan dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri tetap terkendali,” Pungkasnya. (*)

Tags : #BPSKotaKediri #InflasiKediri #IHKFebruari2026 #Ramadhan1447H #PengendalianInflasi #TPIDKediri #EkonomiKediri

Ikuti Kami :

Komentar