Detail Berita

Hukum & Politik

Sapa Bansos di Kota Kediri, Upaya Nyata Menekan Kemiskinan

Pewarta : Siddik

02 Maret 2026

15:51

Wawali kota Kediri mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Timur salurkan Bansos di UPT Rehabilitasi sosial Bina Laras Kediri (Siddik)

KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id - Di tengah upaya menekan kemiskinan dan menjaga daya tahan sosial masyarakat, sinergi antarpemerintah kembali diperlihatkan. Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan Sapa Bansos di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, Minggu (1/3/2026).

Kehadiran keduanya bukan sekadar agenda seremonial. Sapa Bansos menjadi ruang temu antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas berat dan lansia kurang mampu. Program ini merupakan pelaksanaan ketujuh sepanjang 2026, menandakan konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial.

Khofifah menegaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa asistensi sosial, tetapi juga dukungan ekonomi produktif. Asistensi bagi penyandang disabilitas dan PKH Plus untuk lansia menjadi bantalan sosial, sementara KIP Jawara dan zakat produktif diarahkan sebagai bantalan ekonomi.

“Jadi ada bantalan sosial dan ada bantalan ekonomi. Keduanya harus berjalan beriringan agar masyarakat tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga memiliki daya untuk bangkit,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program tersebut dirancang sebagai pelengkap (komplementer) atas berbagai program serupa dari pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Dengan pendekatan itu, penanganan kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrem diharapkan lebih terukur dan terintegrasi.

Di sisi lain, Qowimuddin memandang Sapa Bansos sebagai penguat langkah Pemerintah Kota Kediri dalam mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis pembangunan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia.

“Insya Allah bantuan ini bisa meringankan beban penerima manfaat dan memperkuat daya tahan sosial masyarakat. Apalagi di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, dukungan ini menjadi sangat berarti,” tuturnya.

Momentum Ramadan, dalam konteks ini, memberi makna lebih pada penyaluran bansos. Di saat kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat, kehadiran negara melalui berbagai skema bantuan menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus upaya menjaga stabilitas sosial.

Untuk wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, bantuan yang disalurkan mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, PKH Plus bagi lansia, KIP Putri Jawara, Bantuan Kemiskinan Ekstrem, Zakat Produktif, Bantuan Operasional Pendamping PKH Plus, Tali Asih bagi Tagana dan TKSK, Program Pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, Jatim Puspa, hingga Bantuan Keuangan Desa.

Total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp15 miliar. Angka tersebut tidak hanya merepresentasikan besaran anggaran, tetapi juga komitmen politik dan administratif untuk memastikan perlindungan sosial berjalan seiring dengan penguatan ekonomi desa dan masyarakat akar rumput.

Di penghujung kegiatan, Gus Qowim berpesan agar bantuan dimanfaatkan secara bijak dan tepat guna. Sebab, pada akhirnya, efektivitas program tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, melainkan juga oleh sejauh mana ia mampu mengubah kondisi dan membuka peluang kemandirian bagi para penerimanya. (ADV)

Tags : #SapaBansos #KotaKediri #PemprovJatim #SinergiPusatDaerah #PengentasanKemiskinan #KemiskinanEkstrem #KelompokRentanBantuanSosial

Ikuti Kami :

Komentar