Detail Berita
Robusca, Cara Kota Kediri Hidupkan Budaya Baca di Tengah Trend Nongkrong
Pewarta : Evelyne
01 Maret 2026
15:21
Walikota Kediri, Wawali kota Kediri, Kepala dinas Kominfo dan tim beserta karang taruna kelurahan Kaliombo (Siddik)
KOTA KEDIRI, enewsindo.co.id – Upaya menumbuhkan budaya literasi di Kota Kediri kini tak lagi terpaku pada ruang-ruang formal. Hadirnya Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) justru menawarkan pendekatan berbeda, membaca buku di tengah suasana santai, ditemani secangkir kopi dan obrolan ringan. Inovasi ini pertama kali diluncurkan di Ngangeni.Id, Kelurahan Kaliombo, Sabtu (28/2/2026).
Wali Kota Kediri Vinanda menilai Robusca sebagai langkah kreatif yang relevan dengan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, kehadiran ruang baca di kafe menjadi strategi mendekatkan buku dengan keseharian warga sekaligus selaras dengan visi Kota Kediri MAPAN, terutama pada misi produktif.
“Ini inovasi yang bagus. Kafe yang biasanya hanya dikenal sebagai tempat makan dan minum, di sini justru menjadi ruang diskusi, interaksi, dan literasi,” ujar Vinanda.
Ia menegaskan, ruang baca di kafe tidak boleh berhenti sebatas simbol. Budaya membaca harus benar-benar dihidupkan, terlebih di tengah derasnya arus digital. Membaca, kata dia, merupakan salah satu kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemkot mendorong lebih banyak kafe berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) untuk menghadirkan ruang baca.
Tak hanya buku fisik, Robusca juga menyediakan akses buku digital. Langkah ini dinilai penting mengingat anak-anak dan remaja kini lebih akrab dengan gawai. “Ke depan, harapannya tidak hanya ada ruang baca, tetapi juga kelas menulis, bedah buku, hingga bedah karya. Kafe bisa lebih hidup dan punya nilai tambah,” ungkapnya.
Wali kota termuda ini juga mengapresiasi Disarpus yang menginisiasi Robusca dan Transportasi Literasi Ceria (TransLiteria). Program tersebut melibatkan lintas sektor, mulai Dinas Perhubungan, Diskominfo, hingga pengelola kafe. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa membangun budaya literasi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda.
“Semoga program ini tidak berhenti di satu kafe saja. Kafe-kafe bisa menjadi ruang lahirnya gagasan generasi muda dan berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM Kota Kediri,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disarpus Chevy Ning Suyudi menjelaskan, selain Robusca, pihaknya juga menjalankan program TransLiteria. Melalui program ini, peserta diajak membaca buku sambil berkeliling kota menggunakan Bus Satria. Selama perjalanan, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang landmark Kota Kediri.
“Perpustakaan kami dekatkan ke kafe, karena tren anak muda sekarang lebih suka bersosialisasi di kafe,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Disarpus dan Dinas Perhubungan terkait Trans Literia, Disarpus dengan Diskominfo terkait dukungan layanan, serta Disarpus dengan Karang Taruna untuk pengembangan Robusca.
Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Qowimuddin, Asisten Administrasi Umum Bagus Alit, Kepala Dishub Arief Cholisudin, Kepala Diskominfo Roni Yusianto, Camat Kota Agus Suharyanto, Lurah Kaliombo I Gusti Ngurah Wenten, perwakilan SMKN 3, Karang Taruna, serta tamu undangan lainnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
TMMD Kediri Bangkitkan Asa Warga, Air Bersih Mengalir di Dusun Templek
2 Maret 2026
23:31
Wawasan Kebangsaan Jadi Bagian Strategi TMMD di Kediri Bangun SDM Desa
2 Maret 2026
20:05
Tingkatkan Pelayanan Wisata Agro, Kebun Wonosari Gelar Pelatihan Housekeeping
2 Maret 2026
19:52
Wali Kota Kediri Vinanda, Serahkan SK Kenaikan Pangkat 76 ASN
2 Maret 2026
18:46
DPRD Trenggalek Dorong Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
2 Maret 2026
18:40
Berita Terpopuler