Detail Berita
Berbagi Takjil, Cara Sanggar Tari Tirtaloka Didik Siswa Peduli Sesama
Pewarta : Evelyne
01 Maret 2026
15:09
Sejumlah siswa Sanggar Tari Tirtaloka membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan di Kecamatan Kencong (Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id - Bulan suci Ramadhan kembali menjadi ruang jeda bagi banyak orang untuk menenangkan hati, memperbaiki diri, dan merawat kepedulian sosial. Di Kabupaten Jember, semangat berbagi itu hadir dari sebuah sanggar tari di wilayah selatan daerah tersebut.
Sanggar Tari Tirtaloka di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, memanfaatkan momentum Ramadhan dengan menggelar pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan itu dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan melibatkan para siswa sanggar sebagai bagian dari proses pembelajaran nilai kebersamaan selama menjalankan ibadah puasa.
Pimpinan sekaligus pembina Sanggar Tari Tirtaloka, David Eko Setiawan, mengatakan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kepekaan sosial kepada anak-anak didiknya. Menurut dia, pendidikan seni tidak hanya berhenti pada keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
“Selain latihan rutin, kami ingin anak-anak belajar berbagi. Di bulan suci ini, mereka kami arahkan untuk melakukan kegiatan positif, salah satunya membagikan takjil kepada masyarakat,” kata David saat dikonfirmasi.
Pada kegiatan perdana tersebut, sekitar 1.500 paket takjil dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di wilayah Desa Wonorejo. Seluruh paket berasal dari donasi sukarela wali murid, masyarakat sekitar, serta para donatur yang mendukung kegiatan sosial dan pendidikan seni di sanggar itu.
"Pembagian takjil tidak berhenti pada satu kesempatan. Kegiatan sosial serupa akan kembali dilakukan selama Ramadhan tahun ini," katanya.
Sanggar Tari Tirtaloka berdiri sejak 2018 dan kini membina sekitar 100 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga mahasiswa. Keberadaan sanggar tersebut menjadi salah satu ruang pembinaan seni dan budaya bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Jember.
Meski mengalami perkembangan yang cukup pesat, pihak sanggar mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. David berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, terutama dari dinas terkait, agar pembinaan seni dan budaya di daerah dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Tak Pernah Menjual Tapi Tanah Terjual, Winarsih, Hadapi Aanmaning di PN Banyuwangi
16 April 2026
20:54
Hukum & Politik
Dua Rumah Terbakar di Patrang Jember, Penyebab Masih Diselidiki
16 April 2026
18:32
Ekonomi & Bisnis
Pasar Murah Pertamina di Gebang Jember, Paket Sembako Ditebus 30 Ribu
16 April 2026
18:17
Ekonomi & Bisnis
Resmikan 27 SPPG di Lirboyo, Pemkot Kediri Dorong Percepatan Program Gizi
16 April 2026
17:29
Hukum & Politik
Gagal Hindar, Motor Beat Tabrak Vario di Wongsorejo
16 April 2026
16:36