Detail Berita
Ketua DPRD Trenggalek Dorong Pembangunan Inklusif melalui Konsep Kota Atraktif
Pewarta : Redaksi
27 Februari 2026
18:24
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi bersama anggota di kantor DPRD Trenggalek (Istimewa)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Konsep “Kota Atraktif” yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek pada 2026 ternyata lebih dari sekadar estetika kota. Di balik penataan ruang publik dan proyek pariwisata, tersimpan strategi besar untuk membangun daerah yang kompetitif, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh warga, termasuk kelompok rentan.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan pentingnya pembangunan yang merangkum aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan Lainnya (Musrena Keren) 2026. Menurut Doding, arah pembangunan ini telah diatur dalam RPJPD dan RPJMD, dengan tema “Kota Atraktif” pada periode 2026-2027.
“Daya tarik kota tidak bisa dibangun instan. Perlu perencanaan matang, penataan ruang publik nyaman, dan pengembangan sektor pariwisata yang serius,” ujarnya.
Analisis menunjukkan, fokus pada infrastruktur berkualitas, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim merupakan respons pemerintah terhadap tantangan pembangunan kota modern. Pembangunan tidak hanya tentang mempercantik wajah kota, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan hidup yang ramah dan aman bagi semua kalangan.
Sejumlah proyek strategis, seperti pengembangan Goa Lowo, Pantai Simbaronce, hutan kota, alun-alun, jogging track, hingga jalur pedestrian, dirancang sebagai ruang publik inklusif. Pendekatan ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa pembangunan yang hanya mengutamakan estetika tanpa memperhatikan aksesibilitas dan partisipasi masyarakat rentan akan kehilangan maknanya.
Doding menekankan pula pentingnya perencanaan partisipatif dengan kombinasi top down dan bottom up. Aspirasi dari tingkat kecamatan hingga kelompok rentan menjadi bagian integral kebijakan, menegaskan bahwa pembangunan “Kota Atraktif” adalah pembangunan untuk semua.
Dalam perspektif ekonomi, wajah kota yang tertata baik diharapkan meningkatkan rasa bangga masyarakat sekaligus menarik kunjungan luar daerah, yang akan mendorong pergerakan ekonomi lokal. Strategi ini menegaskan bahwa aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi saling terkait dalam konsep pembangunan atraktif.
Kota Atraktif Trenggalek, pada akhirnya, bukan sekadar proyek fisik atau estetika kota. Ia adalah eksperimen nyata bagaimana pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan partisipatif dapat menjadi fondasi bagi kemajuan daerah di masa depan. (ADV)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Distribusi BBM ke Pulau Tello Diselidiki, Polisi Telusuri Dugaan Penggunaan Kapal Tak Standar
28 Mei 2026
22:39
Hukum & Politik
Polres Nias Selatan Tetapkan Lima Tersangka Pembakaran Base Camp PT GRUTI dan PT NAULI
28 Mei 2026
22:03
Pendidikan & Teknologi
SMKN 2 Tuhemberua Cetak Prestasi, 7 Siswa Lolos SNBT 2026 ke PTN Ternama
28 Mei 2026
21:48
Ekonomi & Bisnis
Kebun Tembakau Jadi Lokasi Penyembelihan Terbanyak Kurban PTPN I Regional 5
28 Mei 2026
18:28
Hukum & Politik
Idul Adha 2026, Pemkab Nias Selatan Gencarkan Gerakan Pangan Murah
28 Mei 2026
12:33