Detail Berita
Ibu Korban Kecelakaan di Singapura Masih Dirawat Intensif di SGH, Pengemudi Jadi Tersangka
Pewarta : Redaksi
09 Februari 2026
10:15
Petugas mengevakuasi korban kecelakan di Chinatown pada 6 Februari 2026 (Foto: Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Seorang anak perempuan berusia enam tahun asal Indonesia meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura. Insiden nahas tersebut terjadi pada 6 Februari sekitar pukul 11.50 waktu setempat di area parkir dekat Kuil Relik Gigi Buddha, South Bridge Road. Saat kejadian, korban tengah bersama ibunya yang berusia 31 tahun. Keduanya sempat dalam kondisi sadar ketika dievakuasi dan dilarikan ke Singapore General Hospital (SGH) untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa sang anak tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dideritanya. Hingga Selasa (10/2/2026), ibu korban masih menjalani perawatan intensif di High Dependency Unit (HDU) SGH dan dilaporkan berada dalam pengawasan ketat tim dokter. Perwakilan KBRI Singapura, Rizki Kusumastuti, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi ibu korban serta memberikan pendampingan kepada keluarga, termasuk membantu proses administrasi dan komunikasi dengan otoritas setempat.
Sementara itu, pengemudi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan sempat ditahan oleh Singapore Police Force untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Otoritas setempat menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung guna mengetahui secara rinci kronologi kejadian, termasuk kemungkinan unsur kelalaian atau pelanggaran lalu lintas. Pihak kepolisian Singapura menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sementara KBRI memastikan akan terus memberikan pendampingan hukum dan kekonsuleran kepada keluarga korban hingga seluruh proses selesai.
KBRI Singapura juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan otoritas setempat terkait proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Prosedur administratif, termasuk penerbitan dokumen kematian dan perizinan repatriasi, tengah diurus agar dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di Singapura maupun Indonesia. Pihak keluarga disebut telah mendapatkan pendampingan penuh, baik dari sisi kekonsuleran maupun dukungan psikologis di tengah situasi duka yang mendalam.
Di sisi lain, kepolisian Singapura masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi, rekaman kamera pengawas (CCTV), serta analisis kondisi kendaraan dan lokasi kejadian. Area parkir di sekitar lokasi insiden diketahui cukup ramai pada jam tersebut, sehingga penyelidik berupaya memastikan secara detail faktor penyebab kecelakaan. Otoritas setempat menegaskan bahwa hasil investigasi akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan rampung, seiring komitmen untuk menegakkan hukum secara transparan dan profesional.
Komentar
Berita Terbaru
Ponpes Al-Islah Bondowoso, Tetapkan Awal Ramadan 18 Februari 2026
13 Februari 2026
17:38
PTPN I Regional 5 Latih 52 Petugas Keamanan Gandeng Rindam V/Brawijaya
13 Februari 2026
13:58
Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025 Tingkat Provinsi
12 Februari 2026
19:14
Kronologi Penembakan Pesawat Cessna PK-SNR di Papua Selatan
12 Februari 2026
16:28
Penumpang Keluhkan Keterlambatan KMP Munggiyango Hulalo di Kalianget Sumenep
12 Februari 2026
14:26
Berita Terpopuler