Detail Berita
Pengajian Tafsir Jalalain Al Islah Bondowoso Kedatangan Syekh Adly Jaber
Pewarta : Eko
08 Februari 2026
12:29
Keterangan foto : Syekh Adly Jaber (tengah), ulama asal Madinah dan adik kandung almarhum Syekh Ali Jaber, menyampaikan ceramah dalam pengajian tafsir Jalalain di Masjid Kembar Pondok Pesantren Al Islah, Desa Dadapan pada 7 Februari 2026 (Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Pengajian tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Al Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, berlangsung istimewa, Sabtu malam (7/2/2026). Ponpes Al Islah kedatangan ulama asal Madinah, Syekh Adly Jaber, adik kandung almarhum Syekh Ali Jaber.
Pengajian yang digelar di Masjid Kembar Ponpes Al Islah itu diikuti ratusan jamaah dan santri. Syekh Adly Jaber menyampaikan ceramah menggunakan bahasa Arab yang diterjemahkan secara langsung oleh penerjemah.
Sebelum ceramah utama, pimpinan Ponpes Al Islah, KH Toha Yusuf Zakaria atau Gus Thoha, memberikan tausiah singkat. Dalam ceramahnya, Gus Thoha mengingatkan jamaah untuk mengamalkan enam wasiat Kiai Haji Ma’shum (Abi Ma’shum), yakni memperbanyak zikir, melaksanakan salat malam, bersedekah, membaca Al Quran, menuntut ilmu, serta berbuat baik kepada sesama.
Sementara itu, ustadz Habibie, yang dikenal sebagai ahli tafsir Jalalain, menyampaikan kajian Surah Al Baqarah ayat 269. Ia menegaskan bahwa setiap muslim wajib menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
“Harus belajar terus. Ilmu yang diketahui wajib diamalkan atau diajarkan,” ujarnya. Menurutnya, salah satu bentuk kenikmatan Allah adalah kesempatan menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya dengan penuh kesabaran. Allah, kata dia, memberikan ilmu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, disertai nikmat akal untuk memahami ilmu tersebut.
Dalam ceramahnya, Syekh Adly Jaber menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan bertemu jamaah dan santri Ponpes Al Islah. Ia mengaku memiliki kecintaan mendalam kepada masyarakat Indonesia.
Syekh Adly Jaber berharap dapat melanjutkan cita-cita almarhum kakaknya, Syekh Ali Jaber, yakni mencetak satu juta penghafal Al Quran di Indonesia. “Semoga segera terwujud satu juta penghafal Al Quran,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Al Quran merupakan mukjizat Allah yang diberikan kepada manusia untuk dikaji dan diamalkan. Setiap huruf Al Quran yang dibaca memiliki pahala, serta menjadi sumber keberkahan dan penyembuh (syifa) bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun akhirat.
Menurutnya, umat Islam wajib berusaha memahami Al Quran, karena akhlak Rasulullah SAW adalah cerminan Al Quran. Dengan meneladani akhlak Rasulullah, derajat manusia akan diangkat oleh Allah.
Pada kesempatan itu, Syekh Adly Jaber juga mengajarkan doa keluar rumah dan doa ketika masuk pasar atau pusat perbelanjaan kepada para jamaah. Menutup kegiatan, panitia membagikan mushaf Al Quran kepada jamaah sebagai pengganti sedekah uang, yang diperuntukkan bagi program pencetakan penghafal Al Quran.
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Pelajari Teknologi Padi Biofortifikasi Banyuwangi, Selangor Malaysia Jajaki Kerja Sama Pertanian
7 November 2026
19:15
Hukum & Politik
Damkarmat Banyuwangi Padamkan Kebakaran Rumah Lansia di Muncar, Kerugian Capai Rp 150 Juta
7 November 2026
18:58
Ekonomi & Bisnis
Perajin Batik Banyuwangi Didorong Go Digital, OJK Perkuat Akses Keuangan UMKM
7 November 2026
18:22
Pendidikan & Teknologi
Wabup Cup 2026 Banyuwangi Lahirkan Juara Futsal Pelajar
7 November 2026
18:00
Hukum & Politik
Sengketa 5 Hektare Sawah di Jember Memanas, Kini Kedua Pihak Sepakat Status Quo
7 November 2026
15:27